logo

KPU Siap Taklukkan BPN Prabowo-Sandi Dalam Gugatan Pilpres Di MK

KPU Siap Taklukkan BPN Prabowo-Sandi Dalam Gugatan Pilpres Di MK

KPU
22 Mei 2019 21:34 WIB

Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: KPU menyatakan siap menghadapi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang akan menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tindakan BPN yang memilih menggugat lewat MK juga diapresiasi.

Sebagaimana diatur dalam peraturan, peserta pemilu mempunyai waktu 3x24 jam untuk menggugat hasil Pemilu 2019 ke MK. KPU masih menunggu laporan yang dibuat oleh BPN. "KPU sejak tanggal 21 langsung merapikan, menghimpun berbagai dokumen dan siap menghadapi gugatan di MK. Sekaligus KPU sudah merampungkan tim hukum yang nanti akan bertugas untuk sengketa di MK," kata Komisioner KPU Viryan Azis di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Tim pengacara yang disiapkan KPU untuk menghadapi gugatan hasil pemilu sudah selesai disusun. Total, KPU menyiapkan 6 tim pengacara untuk menghadapi gugatan di MK. "Ada 6 tim pengacara yang akan direkrut, terdiri dari 1 tim pengacara Pilpres, 1 tim pengacara DPD dan 4 tim pengacara Pileg," kata Sekjen KPU Arif Rahman Hakim.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah mempersiapkan sejumlah materi untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya akan menyampaikan berkas gugatan ke MK, Kamis (23/5/2019). "Besok semua file sudah disiapkan. Besok kan batas akhir, besok akan dikirimkan," kata Dahnil di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).

Dahnil menuturkan, berkas akan diantarkan oleh Rikrik Rizkiana yang merupakan koordinator tim hukum BPN Prabowo-Sandi. Rikrik merupakan anggota TGUPP dari Gubernur Anies Baswedan. Sementara itu tim hukum BPN Prabowo-Sandi akan diisi oleh Denny Indrayana, lalu mantan Komisioner KPK yang saat ini menjabat TGUPP Bidang Pencegahan Korupsi di Pemprov DKI Bambang Widjojanto, dan Irman Putra Sidik.

"Koordinator adalah mas Rikrik, tapi kemudian ini tim hukumnya ada Mas Prof Denny Indrayana, ada Mas Bambang Widjojanto dan Irman Putra Sidik," tuturnya. Dia  kemudian menuturkan berkas yang dikumpulkan cukup banyak. Namun, Dahnil tak merinci materi apa saja yang disiapkan. "Ada batas akhir kita akan kirim. Banyak (berkasnya). Nanti spokeperson-nya soal ini tanyakan ke mereka, Denny, Bambang atau Irman," katanya.

Sedangkan TKN juga sudah menyiapkan berbagai macam bukti hingga ahli untuk menghadapi gugatan yang akan didaftarkan BPN ke MK terkait hasil Pilpres. Bahkan beberapa advokat juga disebut sudah dibentuk untuk menghadapi gugatan.  "Beberapa hari ada advokat tim TKN insyaallah sudah ditandatangani Jokowi-Ma'ruf. Apabila 02 dalam 3 hari mendaftarkan perkara ke MK, kami juga akan bersurat ke Ketua MK agar diterima sebagai pihak terkait. Kami berharap perkara adil fair saya percaya hukum mekanisme untuk menyelesaikan konflik dengan damai," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Yusril menegaskan TKN menerima hasil penetapan rekapitulasi pemilu yang sudah dibacakan oleh KPU. Termasuk dengan selisih suara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi yakni 55,50 persen berbanding 44,50 persen. "Kalau diangkakan selisih perbedaan hampir 17 juta jadi cukup besar, makanya hampir 11 persen secara kuantitatif 17 juta suara. Jadi hasil KPU ini sepenuhnya diterima oleh 01," kata Yusril.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto
Bank Jatim