logo

Kejaksaan Agung Tuntut Empat Tahun Di Bui Pengelola Judi Online

Kejaksaan Agung Tuntut Empat Tahun Di Bui Pengelola Judi Online

berbagai jenis judi disediakan tiga pengelola judi online
22 Mei 2019 21:26 WIB

Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kejaksaan Agung melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harley Siregar kali ini memberikan sinyal positif dalam hal pemberantasan perjudian, khususnya berbagai jenis judi online. Tiga terdakwa masing-masing Aristharkus Randy Harrys alias Andi, Merry Andrian dan Vicky Armando diganjar tuntutan selama empat (4) tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (22/5/2019).

Tuntutan seberat ini nyaris baru untuk pertama kalinya dilakukan Kejaksaan Agung dan jajarannya. Walau selama ini para pengelola judi dunia maya sudah seringkali dijerat dengan dakwaan kumulatif yaitu Pasal 303, Undang-Undang ITE dan TPPU, tuntutan paling-paling hanya di bawah dua tahun saja. Bahkan kerap hanya bulanan sehingga para terdakwa nyaris langsung bebas atau merdeka sesaat majelis hakim menjatuhkan hukuman yang hampir pas tahanan saja.

“Kali ini Kejaksaan Agung layak diacungi jempol. Meski para terdakwa dengan kakitangannya melakukan berbagai upaya dan intervensi guna meringankan tuntutan hingga bulanan saja, Kejaksaan Agung melalui JPU Harley Siregar dan JPU pengganti Fedrik Adhar SH MH tetap tidak goyah dalam menjalankan tugasnya,” ujar salah seorang pengunjung sidang memuji jaksa dari Kejaksaan Agung maupun dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara. Tentunya pengunjung sidang tersebut juga berharap majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Tugiyanto SH MH mendukung tuntutan JPU yang sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat itu.

“Kalaupun tidak menambah tuntutan jaksa menjadi lima atau enam tahun penjara, majelis hakim paling tidak menjatuhkan vonis sesuai tuntutan jaksa tersebut. Jika majelis hakim menghukum ketiga terdakwa pengelola judi yang bermarkas di luar negeri itu hanya bulanan saja, apalagi membebaskannya, maka hakim di sini tidak mendukung upaya Kejaksaan Agung yang berusaha menjerakan pengelola-pengelola judi online dengan tuntutan tinggi,” tutur warga yang tidak mau ditulis jati dirinya itu.

Dalam requisitor JPU Harley Siregar yang dibacakan Fedrik Adhar SH MH, ketiga terdakwa disebutkan terbukti secara sah dan meyakinkan mengelola perjudian secara online. Ketiga terdakwa juga melakukan transaksi-transaksi elektronik. “Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyelenggarakan kegiatan judi online secara ilegal,” kata jaksa dalam requisitornya.

Jaksa juga menyebutkan bahwa tindak kejahatan ketiga terdakwa tersebut dikuatkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan ke persidangan. Sedangkan hal-hal yang memberatkan para terdakwa, sikap para terdakwa sendiri. Mereka tidak kooperatif, memberi keterangan berbelit-belit, dan tidak mengakui perbuatannya.

Sikap ketidakkooperatifan ketiga terdakwa tersebut salah satu kesempatan ditunjukkan saat menjelang sidang di PN Jakarta Utara. Dua terdakwa lelaki mengeluhkan sakit dengan harapan dapat penangguhan penahanan dari hakim tetapi yang jatuh pingsan jelang sidang justru terdakwa perempuan.

Mendengar tuntutan yang cukup berat empat tahun penjara dari 10 tahun maksimal ancaman pasal 303 KUHP, baik para terdakwa maupun pembelanya tampak tenang-tenang saja. Nyaris tidak terlihat kekagetan apalagi kemurungan mendengar tuntutan tersebut. Adakah yang menjanjikan mereka hukuman ringan dari majelis hakim? Tunggu saja, karena wakil Tuhan di muka bumi itu sendirilah yang bisa menjawabnya secara langsung dengan putusannya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto
Bank Jatim