logo

Sidak Keamanan Pangan, Petugas Musnahkan Sirup Tak Layak Konsumsi

Sidak Keamanan Pangan, Petugas Musnahkan Sirup Tak Layak Konsumsi

Petugas gabungan memusnahkan belasan botol sirup kadaluwarsa
15 Mei 2019 20:59 WIB

Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK), Satpol PP, Dinas Perdagangan, serta kepolisian Kota Solo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) keamanan pangan, Rabu (15/5/2019). Sidak dilakukan di sejumlah distributor makanan dan minuman serta pusat perbelanjaan di Kota Solo.

Di salah satu distributor makanan dan minuman di wilayah Kecamatan Serengan, petugas menemukan belasan botol sirup kadaluwarsa. Petugas kemudian memusnahkan belasan sirup tersebut.

"Dimusnahkan karena dikhawatirkan membahayakan yang mengkonsumsi. Ada 10 sirup yang kedaluwarsa tanggal 14 Mei dan tiga sirup yang kedaluwarsa sejak 2018," jelas Kepala Bidang Data dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Efi S Pertiwi.

Selain memusnahkan belasan botol sirup, petugas juga memberikan teguran kepada pemilik usaha. Selain itu, petugas juga menemukan lokasi penyimpanan makanan yang tidak memenuhi syarat.

"Ada di tempat terbuka, tanpa alas, bahkan bisa dilalui kucing dengan bebas," ujarnya.

Petugas juga mendapati produk makanan yang tidak layak konsumsi. Selain karena kemasan rusak juga sudah kadaluwarsa. Petugas meminta agar makanan tersebut tidak dijual dan dikembalikan ke produsen.

Lebih lanjut Efi mengatakan sidak yang dilakukan kemarin untuk memantau peredaran makanan dan minuman layak konsumsi di maayarakat terutama menjelang Lebaran.

"Momentum hari raya kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja sehingga permintaan barang cenderung meningkat," katanya.

Di pusat perbelanjaan modern, petugas juga menemukan belasan botol minuman kemasan kedaluwarsa dan makanan ringan tanpa label. Sementara itu pemilik toko distributor, Ratna, membantah minuman dan makanan kadaluwarsa itu akan dijual.

"Sebenarnya minuman dan makanan itu akan saya kembalikan ke produsen. Tapi sampai sekarang belum diambil-ambil juga," dalihnya. ***

Editor : Yon Parjiyono