logo

Pemenang Pilpres 2019: Lupakan Jokowi Dan Prabowo!

Pemenang Pilpres 2019: Lupakan Jokowi Dan Prabowo!

23 April 2019 00:09 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa

Masih penasaran tentang siapa pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019? Terus terombang-ambing diantara klaim kemenangan  kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) dan duet paslon capres – cawapres nomor 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo – Sandi)? Hati tambah panas karena larut dalam perang saling mendukung  klaim kemenangan itu?

Sabarlah. Boleh terus memberikan dukungan pada “jagoan” masing-masing namun jangan sampai terlalu berlebihan. Apalagi sampai perasaan dan emosi terbakar. Tindakan emosional yang menjurus ke tindakan melawan hukum tidak ada guna. Jangan sampai sesal kemudian tiada arti.

Komisi Pemilihan Umum sudah menetapkan akan mengumumkan hasil Pilpres, 22 Mei mendatang. Masih sangat panjang sehingga kalau disikapi dengan emosional akan rugi sendiri. Panjangnya proses penghitungan oleh KPU bisa membuat masyarakat pendukung kedua kubu lama-lama akan lelah sendiri sehingga tidak berdaya lagi saat pengumuman dilaksanakan.

Atau malah bisa sebaliknya. Dalam menanti keputusan yang panjang itu massa kedua kubu akan semakin meningkat emosinya karena merasa frustrasi dalam menanti kepastian. Kondisi ini tentu berbahaya karena bisa menyulut hal-hal yang tidak diinginkan. Bila tidak waspada akan bisa dimanfaatkan tangan-tangan yang suka bermain di air keruh sehingga terus memancing suasana panas sampai terjadi chaos.

Sebelum tenaga, pikiran bahkan emosi terkuras tidak berguna maka sebaiknya lupakan dulu Jokowi dan Prabowo. Biarlah Jokowi dan Prabowo konsentrasi dalam tugas masing-masing. Dua tokoh ini beserta jajaran pendukung elitnya diharapkan bisa terus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini.  

Ingat, Jokowi  masih menjabat Presiden. Dia perlu  meneruskan tugasnya dalam mengatur jalannya pemerintahan dan menghadirkan program untuk mengurangi beban hidup yang makin memberat saat ini. Terutama tentunya menghadirkan stok kebutuhan pokok dengan harga  murah dan suasana kedamaian menjelang hadir dan saat bulan puasa mendatang.

Antusiasme rakyat dalam mengikuti pesta demokrasi tahun ini membuktikan mereka mempunyai kepedulian dan kecintaan besar terhadap negara ini. Partisipasi rakyat yang begitu tinggi membuktikan harapan besar rakyat untuk memilih pemimpin yang dinilai mampu membawa Indonesia lebih baik. Sebuah sinyal untuk pemerintah saat ini maupun yang akan datang agar lebih mengutamakan kepentingan rakyat.

Demi terus terjaganya kondisi yang kondusif, masyarakat dalam menanti keputusan KPU selain melupakan Jokowi dan Prabowo,  juga Ma’ruf dan Sandi. Lupakan pula urusan nomor 01 atau 02. Demikian juga sepak terjang partai politik. Semua bersikap kembali ke kondisi 0-0. Lewat sama-sama kosong ini masyarakat bisa mengawal dan menilai kerja serta keputusan KPU dengan tenang.

Ketengan masyarakat diharapkan membuat KPU bisa bertugas dengan hati jernih sehingga keputusan yang diambil benar jujur dan adil. Dijauhlan dari kecurangan dan ketakutan akan tekanan dari berbagai pihak. Sehingga keputusan KPU benar-benar mencerminkan keinginan rakyat seperti sejatinya dilakukan saat melakukan pencoblosan di setiap tempat pemungutan suara di seluruh pelosok negeri. KPU kini bertanggung jawab penuh untuk mengawal kekuasaan rakyat yang berjumlah lebih dari 192 juta orang agar tidak ternoda oleh trik-trik yang jauh dari jiwa jurdil.

Tentu tidaklah ringan tugas KPU. Apalagi di tengah masyarakat sudah beredar perkiaraan-perkiaraan hasil Pilpres yang terbelah. Ada yang mengungulkan 01 dan sebaliknya ada juga yang memenangkan 02.

Hasil  quick count (perhitungan cepat) dari berbagai lembaga survei hampir semuanya kompak memperkirakan 01 yang menang. Namun ini dijawab oleh perhitungan lain yang memenangkan 02. Di tengah lambannya perhitungan resmi KPU,  sudah muncul hasil dari berbagai lapisan seperti sebut saja Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi, situs jurdil 2019, survei lembaga asing dan terdengar juga selentingan perhitungan Babinsa serta internal Partai Demokrat yang tegas-tegas menyatakan kemenangan 02 dengan skor cukup signifikan.

Posisi KPU seperti terjepit. Bahkan seperti menghadapi buah simalakama. Keputusan memenangkan 01 akan bisa menimblukan reaksi keras dari berbagai lapisan yang sudah mempunyai bukti kemenangan 02. Memenangkan 02, KPU juga bisa dikritik para lembaga survei yang memenangkan 01.

Kemana keputusan KPU akan mengarah? Atas nama demokrasi dan reformasi serta kekuasaan rakyat maka KPU harus memutus sesuai dengan pilihan rakyat. Setelah beberapa kali melaksanakan Pemilu di era reformasi maka saatnya kali ini KPU membuktikan pesta demokrasi 2019 benar-benar pesta dari rakyat oleh dan untuk rakyat. Mata, kuping, dan hati rakyat kini mengarah ke KPU. ***

* Gungde Ariwangsa – wartawan suarakarya.id pemegang UKW Utama  

Editor : Gungde Ariwangsa SH