logo

Pejuang Demokrasi

Pejuang Demokrasi

21 April 2019 21:46 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Hajatan pesta demokrasi telah usai melalui pencoblosan 17 April yang lalu dan rematch antara Jokowi vs Prabowo kali ini kembali dimenangkan Jokowi versi quick count. Hal ini menarik dicermati karena mengulang dari pilpres 2014 dan fenomena yang muncul juga sama yaitu ada salah satu kubu yang melakukan sujud syukur meski hasil finalnya belum diketahui karena masih menunggu hasil hitung manual versi KPU. Terlepas dari saling klaim kemenangan dari kedua kubu, pastinya apa yang terjadi dengan hajatan di pilpres kali ini sangat menarik dicermati dan menjadi proses pembelajaran untuk dapat membangun pendewasaan kehidupan demokrasi kedepannya.

Di balik hiruk pikuk dan kontroversi pesta demokrasi tentu ada banyak pihak yang tidak bisa diabaikan perannya untuk mendukung dan mensukseskan hajatan pesta demokrasi. Aparat kepolisian dan TNI sudah dipastikan netral dan menjadi faktor utama dibalik suksesnya pesta demokrasi, terutama dikaitkan dengan peran strategisnya mendukung distribusi logistik dan mengamankannya sampai perhitungan akhir, termasuk juga jika ada berbagai ancaman yang mungkin akan menganggu. Hal ini tentu sangatlah beralasan jika dikaitkan dengan ancaman pengerahan people power jika dugaan kecurangan yang terjadi dianggap masif dan terstruktur oleh salah satu kubu.

Menanggapi berbagai fenomena yang muncul pasca pilpres maka beralasan jika polri dan TNI menegaskan akan bertindak tegas jika ada pihak-pihak yang berusaha untuk menganggu kamtibmas pasca pilpres. Penegasan ini menjadi penting terutama sebagai upaya untuk menjaga iklim sospol agar tetap aman, terkendali dan tentunya kondusif. Padahal, iklim sospol yang kondusif sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang  sejuk pasca hiruk pikuk pesta demokrasi. Oleh karenanya, perlu diapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh polri dan TNI terkait sikap proaktifnya menjaga iklim sospol. Hal ini juga menegaskan komitmen polri dan TNI terhadap persatuan dan kesatuan. Artinya ancaman pengerahan massa terkait people power bisa mendiskriditkan keamanan yang telah dijaga oleh polri dan TNI selama masa kampanye sampai pasca pilpres.

Aspek lain yang juga tidak bisa diabaikan dari suksesnya hajatan pesta demokrasi kali ini yaitu keterlibatan unsur masyarakat sebagai panitia pesta demokrasi di berbagai TPS secara menyeluruh. Betapa tidak dengan sebaran distribusi logistik pemilu yang sangat beragam dan luas maka tentunya diperlukan keterlibata aktif dari elemen masyarakat yang tentunya harus juga didukung dengan aspek netralitas dalam melaksanakan tugas. Bahkan, diberitakan ada sejumlah panitia yang kemudian meninggal karena kelelahan dalam menjalankan tugas penting kenegaraaan di bidang demokrasi. Selain itu, ada juga sejumlah aparat polri yang meninggal dalam tugas mengawal hajatan pesta demokrasi. Meski mereka bukan gugur bertempur namun mereka gugur menjaga marwah demokrasi sebagai penopang kokohnya pemerintahan. Oleh karenanya beralasan jika kemudian mereka dinobatkan sebagai pejuang demokrasi. Penghormatan kepada mereka tentunya layak disematkan karena bagaimanapun juga keterlibatan mereka memberi andil sangat besar terhadap suksesnya pelaksanaan hajatan pesta demokrasi. ***

* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo