logo

Dibilang Deindustrialisasi, Ini Jawaban Jusuf Kalla

Dibilang Deindustrialisasi, Ini Jawaban Jusuf Kalla

Wapres Jusuf Kalla.
15 April 2019 20:01 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - TANGERANG: Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, Indonesia tidak sedang dalam fase deindustrialisasi. Penegasan itu disampaikan untuk menanggapi tudingan capres Prabowo Subiyanto dalam Debat Pamungkas Pilpres 2019, Sabtu (13/4/2019), yang menyebut Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi.

“Berdasarkan capaian kontribusi sektor manufaktur kita saat ini, tidak benar kalau deindustrialisasi,” jelas JK di Tangerang, Senin (15/4/2019).

JK menyampaikan, selama ini sektor industri manufaktur memberikan kontribusi besar terhadap PDB nasional. Dalam kurun 4 tahun terakhir, rata-rata sumbangsihnya mencapai 21,30 persen. 

“Artinya, industri tetap menjadi kontributor tertinggi dalam pendapatan nasional. Maka itu, kita terus pacu pengembangan sektor manufaktur,” imbuhnya.

Karenanya, menurut Wapres, sudah saatnya industri nasional perlu memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. “Sebab, kemajuan teknologi telah mengubah segalanya, baik cara kita untuk berproduksi, berperilaku, hingga terhadap hubungan sosial,” ujarnya.

Perubahan-perubahan tersebut tidak lagi bisa ditolak, tetapi harus direbut peluang dan manfaat atas kemajuan teknologi, terutama era industri 4.0, guna memajukan sektor manufaktur nasional agar berdaya saing global. “Kami mengapresiasi kepada para pelaku industri dan profesional yang telah mendapat penghargaan atas pencapaian penerapan industri 4.0 tahun ini,” ungkap JK. ***