logo

Anjing Kintamani Resmi Jadi Anjing Ras Dunia

Anjing Kintamani Resmi Jadi Anjing Ras Dunia

Anjing Kintamani.
15 April 2019 19:36 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - DENPASAR: Anjing Kintamani Bali resmi disahkan sebagai anjing ras dunia oleh FCI (Federation Cynologique Internasionale) pada tanggal 20 Februari 2019. Dengan pengakuan ini, kedudukan Anjing Kintamani sejajar dengan anjing ras lainnya, dan dapat meningkatkan gengsi serta nilai ekonominya. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Indonesia Kennel Klub atau IKK (dulu Perkin), Benny Kwok Wie Sioe, saat penyerahan sertifikat pengakuan FCI kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster di Gedung Wiswashaba, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Sabtu (13/4/2019)

"Kami mengapresiasi Pemda Bali dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan atas dukungannya sehingga Anjing Kintamani dapat diakui oleh FCI," ungkap Benny. 

Usaha menjadikan Anjing Kintamani sebagai ras dunia telah dirintis sejak 1985. Yakni sejak Kontes dan Pameran Anjing (dog show) Kintamani pertama diadakan di Universitas Udayana.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PKH, Kementan, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa Anjing Kintamani memiliki penampilan fisik yang menarik, mempunyai kecerdasan, ketangkasan, dan kepatuhan terhadap pemilik sehingga mudah dilatih. Fisiknya juga mudah dikenali sehingga dapat diakui sebagai anjing ras unggul yang tidak kalah dengan anjing ras lainnya di dunia. 

"Saya berharap pengakuan FCI ini akan mengangkat minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sekaligus mengembangkan Anjing Kintamani ke depan," ujarnya. 

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan, pengakuan Anjing Kintamani sebagai anjing ras dunia pertama dari Indonesia merupakan hadiah bagi masyarakat Bali. "Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras IKK dan dukungan Kementan selama ini," ujarnya.

Cicing Gembrong

Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, menjelaskan Anjing Kintamani merupakan anjing lokal pegunungan yang hidup di sekitar desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. 

Masyarakat Kintamani menyebutnya Cicing Gembrong (bulu panjang dan lebat) dikategorikan sebagai plasma nutfah anjing Indonesia asli Bali. Sangat diyakini sebagai anjing kuno (ancient dog) yang telah hidup ratusan tahun lalu.

Anjing ini mudah dikenali. Penampilannya indah dengan ukuran kecil sampai sedang. Tinggi anjing kintamani jantan berkisar antara 49-57 cm, dengan berat badan antara 15-18 kg. Sedangkan ukuran tinggi anjing betina berkisar 44-52 cm, dengan berat badan antara 13-16 kg. Buluny indah, tebal, dan panjang tertutama pada daerah punduk, ekor dan kaki belakang bagian belakang.

"Warna bulu anjing Kintamani adalah putih, hitam, coklat, atau campuran. Telinga berdiri tegak dan berbentuk segitiga dengan kekhasan pada ujungnya berwarna kemerahan. Ukuran kepala anjing Kintamani sangat proporsional dengan ukuran tubuhnya dengan dahi lebar tanpa kerutan. Badan lurus dan kuat. Bulu ekor tebal dan berbetuk melengkung ke atas," paparnya.

Anjing Kintamani tergolong anjing pintar sehingga mudah dilatih. Karena itu, anjing Kintamani sangat baik untuk anjing ketangkasan. "Sifat anjing Kintamani tidak galak serta sangat loyal dengan pemiliknya," ujar Puja. ***