logo

Tim Advokasi Prabowo Sandi Desak KPU Batalkan Pencoblosan Di Malaysia

Tim Advokasi Prabowo Sandi Desak KPU Batalkan Pencoblosan Di Malaysia

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik
15 April 2019 19:09 WIB

Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Tim Sekretariat Nasional (Seknas) Capres- Cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno (Prabowo-Sandi) DKI Jakarta, Muhamad Taufik mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membatalkan hasil pencoblosan Pemilu di Malaysia.

M Taufik juga minta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas pelaku kejahatan pesta demokrasi, dan menjatuhkan sanksi yang berat. "Tim Advokasi Parbowo Sandi sudah kembali ke tanah air, Minggu (14/4/2019) sore. Kesimpulan dari kunjungan mereka ke Malaysia itu bahwa benar adanya ditemukan surat suara yang telah dicoblos," kata M Taufik kepada wartawan di kantor Seknas Jalan Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut M.Taufik menegaskan, kinerja aparat penegak hukum dan KPU dipertaruhkan dalam masalah penanganan kecurangan Pemilu di Malaysia itu.

"Kita ingin KPU benar-bemar menjadi penyelenggara Pemilu yang adil dan jurdil," ucapnya menegaskan. M Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menyatakan rasa syukur dengan hasil exit poll (suara pemilih) di Saudi Arabia, di mana pasangan nomor urut 02 unggul telak.

"Alhamdulillah exit poll di Saudi Arabia pasangan Prabowo Sandi menang telak. Mudah-mudah ini menjadi pendorong semangat masyarakat di tanah air untuk mencoblos 02 pada Pemilu, Rabu (17/4/2019) lusa," kata Taufik.

Sementara itu, Tim Relawan Pemantau Pemilu (TRPP) Serikat Pekerja Migran Indonesia (SPMI) Arab Saudi, pada Jum’at (12/4/2019) telah melakukan exit poll Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu legislatif di beberapa TPS/KSK yang ada di wilayah Arab Saudi meliputi Jeddah, Makkah dan Madinah.

Hasilnya pasangan Prabowo-Sandi dinyatakan unggul untuk sementara dengan raihan suara di atas 60 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara sekitar 30 persen. Untuk partai politik, PKS merajai perolehan suara dengan raihan 43 persen.

Disusul Gerindra sebesar 15 persen, PDIP sebesar 15 persen dan PKB sebesar 10 persen. Exit poll ini melibatkan sedikitnya 500 responden yang tersebar di 4 KSK yang ada di wilayah Jeddah, Makkah dan Madinah.

Berikut keterangan lengkapnya : 1. Partisipasi pemilih tahun 2019 ini sangat tinggi karena didongkrak oleh Pemilihan Presiden (Pilpres). 2. Angka partisipasi pemilih yg terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tergolong rendah, rata-rata hanya 25-30%.

DPT tidak berhasil merepresentasikan mobilitas pemilih secara akurat. 3. Angka partisipasi dari pemilih tambahan atau Daftar Pemilih Khusus (DPK) sangat besar, berkisar antara 150-200% dari angka partisipasi DPT, dibuktikan dengan antrian yang panjang di lokasi pemungutan suara. 4. Pasangan Capres/Cawapres Prabowo Sandi unggul secara signifikan di atas 60% di wilayah Mekah, Madinah, dan Jeddah.

Sedangkan Jokowi-Makruf sebesar 36%. 5. Pemilih sudah menetapkan pilihan pasangan Capres/Cawapres, namun minim informasi terkait Pemilu Legislatif (Pileg). Pemilih mengenal partai, namun sedikit sekali yang mengenal Calon Anggota Legislatif (Caleg).

6. Suara partai kemungkinan besar terdongkrak oleh testimoni serta popularitas pasangan Capres/Cawapres. 7. Partai lama masih mendominasi perolahan suara, ada 6 partai yang mendapat mayoritas suara pemilih di Arab Saudi yaitu: PKS, Gerindra, PDIP, PKB, PAN dan Demokrat. 8. Partai pengusung pasangan capres Prabowo-Sandi unggul di perolehan suara di Mekkah, Jeddah dan Madinah; PKS (43%), Gerindra (15%), PDIP (15%), PKB (10%).

9. Pemilih di lingkungan akademisi seperti di King Abdullah University for Science and Technology (KAUST), King Abdul Aziz University (KAU) dan Universitas Islam Madinah; lebih memilih pasangan 02 (90%) dibanding 01 (10%).

10. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) unggul di wilayah Mekah, Madinah dan Jeddah, karena program-program kampanye yang dinilai paling menonjol, serta diuntungkan dengan persepsi sebagai satu-satunya Partai Islam yang konsisten memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat di ranah politik.

Editor : Yon Parjiyono