logo

Aplikasi Mobile JKN Belum Banyak Diminati

Aplikasi Mobile JKN Belum Banyak Diminati

11 April 2019 16:31 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih belum banyak diminati warga Kota Surabaya. Hingga saat ini, dari total 3 juta penduduk Kota Surabaya, baru sekitar 80.000 masyarakat yang sudah mendownload aplikasi tersebut.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja, pengguna Mobile JKN di Surabaya memang masih sangat kecil. "Tapi sebagai kota besar, Surabaya boleh dibilang lebih baik dibanding kota-kota besar lainnya," ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Dalam rangka menggencarkan aplikasi itu, pihaknya melakukan sosialisasi kepada warga Kota Surabaya yang dipusatkan di Balai RW 06 Dukuh Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Surabaya. Pihaknya berharap, sosialisasi yang dilakukan di Kenjeran itu bakal mengatrol jumlah pengguna Mobile JKN hingga 300.000, atau sekitar 10% dari total penduduk Surabaya.

BPJS Kesehatan Surabaya sendiri terus melakukan koordinasi dengan lintas sektoral. Mulai dari pemerintahan maupun badan usaha, juga menggunakan media massa, serta melalui sosialisasi langsung pada masyarakat terutama  peserta program JKN-KIS.

Dia kemudian menjelaskan tentang beragam manfaat dari penggunaan aplikasi Mobile JKN tersebut. Mulai dari identifikasi peserta, pembayaran dengan Mobile JKN peserta mandiri juga bisa dilakukan.

Peserta juga bisa merubah data, seperti merubah kelas (asal sudah 1 tahun), merubah faskes (asal sudah 3 bulan), merubah alamat, dan sebagainya. Peserta juga bisa mendapatkan berbagai informasi tentang BPJS dan Rumah Sakit (RS), hingga melakukan pengaduan karena datanya akan terekam.

Persyaratan untuk bisa menggunakan Mobile JKN ini, kata dia, sangat. Mereka hanya membutuhkan nomer kartu peserta, Nomer Identitas Kependudukan (NIK), alamat email, dan nomer handphone. Sosialisasi ini juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari.***

Editor : B Sadono Priyo