logo

Keberangkatan Haji Tak Ada Prioritas Meski Putra Daerah

Keberangkatan Haji Tak Ada Prioritas Meski Putra Daerah

25 Maret 2019 00:44 WIB

Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Kepala  Kantor  Kementerian  Agama  Kota  Sorong,  Husein  Al Hamid  S.PdI, M.Pd,  meminta maaf  kepada  putra  daerah  Papua  karena  masalah  keberangkatan  haji  tak  ada  prioritas  meski  didukung  rekomendasi  dari  gubernur  atau  bupati/walikota.

Dia  menambahkan,  penentuan  waktu  keberangkatan  itu  berdasarkan  kuota  porsi  haji  nasional dibagi  provinsi  se-Indonesia. Kemudian, kuota  porsi  haji  provinsi  dibagi  kabupaten/kota  di  provinsi tersebut.

Nomor  porsi  akan  didapatkan  calon jamaah  haji  saat  mendaftar  pada  jam  dinas  kerja  dan  tertera dalam  bukti  setoran.

”Seseorang  bisa   mendapatkan  nomor  porsi  haji  bila telah  memenuhi   persyaratan  pendaftaran  haji baik  keuangan, syarat  administrasi  dan  syarat  lainnya,”katanya.

Oleh  karena  itu, ia meminta  maaf  kepada  umat  Muslim  warga  asli  Papua  karena  masalah keberangkan  haji  itu  tak  bisa  diatur oleh  siapa  pun  termasuk  presiden  dan  menteri.

Menjawab  pertanyaan  Suara Karya,  Al Hamid, mengatakan,  mengenai  embarkasih  haji  pihaknya sudah  mengupayakan  tapi  masalah tanah,  itu kendala. Karena itu,  pihaknya  sudah  berupaya  hingga menghubungi   Walikota  Sorong  Lambertus  Jitmau.

 “Kami  berencana  membuat  satu  embarkasih  (tempat pemberangkatan)  haji  di Sorong, tapi  gedung untuk  asrama  haji  itu  harus  memenuhi  syarat. Kalau saat ini, Asrama Haji Kota Sorong  belum memadai  karena  selain  gedung  yang  kecil  tapi  juga lahannya  masih  belum  refresentatif,”kata Al Hamid.

Menjawab  pertanyaan   Suara Karya, ia menyatakan  Walikota  Sorong,  Lambertus Jitmau  sudah berjanji  akan  menghibahkan  dua  hektare  tanah untuk  pembangunan  asrama  Haji Kota Sorong.

Jadi, kalau sudah terealisasi tanah hibah dari Walikota tersebut  maka pengusulan  pengadaan gedung haji   asrama  haji dilakukan, demikian Idrus. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto