logo

Driver Taksi Online Todong Karyawati, HP Dan ATM Dikuras

Driver Taksi Online Todong Karyawati, HP Dan ATM Dikuras

Polisi tunjukkan foto kekejaman driver taksi online.
18 Maret 2019 17:25 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim Reserse Polda Metro Jaya meringkus NZ (25), driver taksi online, karena aksinya melukai penumpang gunakan silet cutter.

Korban GK (27), karyawati, menderita luka sayatan di tubuhnya dan kehilangan barang barang berharga.

"Tersangka NZ (25), pemuda pengangguran terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat hendak ditangkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, Senin (18/3/2019)

Awalnya  GK (27), memesan taksi online untuk mengantar pulang kerja ke rumahnya di kawasan Jatiwarna, Bekasi.

Setelah keluar dari gerbang tol Jatiwarna, pelaku langsung mengancam korban dengan cutter, dan minta menyerahkan barang-barang berharganya. Karena korban menolak, pelaku kalap dan menyabetkan cutternya sehingga melukai wajah, lengan dan paha korban.

Dalam kondisi terluka,  korban dibawa ke gerai ATM, dan dipaksa mengeluarkan uang dari ATM sekitar Rp 5 juta. Setelah itu pelaku mengantarkan korban ke rumah sakit, dan langsung melarikan diri dengan membawa barang korban seperti jam tangan, handpone.

Mendapat laporan ini, polisi pun bergerak cepat memburu pelaku. Tidak sampai 10 jam setelah melakukan aksinya,  tim Jatanras polda  menemukan pelaku tengah berisitirahat di rest area tol Cikampek.

 "Saat hendak ditangkap, pelaku melawan  dengan cara menabrakan mobil yang dikendarainya. sehingga dia terpaksa kita tembak kakinya, dan sekarang dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati,"  kata Ade Ary Wadireskrimum PMJ yang mendampingi Argo.

Mobil yang digunakan pelaku, kata Ade, ternyata merupakan mobil rental. "Sedangkan dari pengakuannya, akun taksi online yang dipakainya adalah akun temannya. Jadi bukan akunnya sendiri, sehingga foto di akun dengan drivernya pasti beda," ucapnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan atau pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Editor : B Sadono Priyo