logo

Tertangkapnya Sopir WN Korea, Bongkar Komplotan Penadah Mobil Curian

Tertangkapnya Sopir WN Korea, Bongkar Komplotan Penadah Mobil Curian

Polisi tangkap komplotan penadah mobil curanmor.
14 Maret 2019 14:03 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim Reserse Pencurian Kendaraan Bermotor Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkap kasus penggelapan mobil dengan modus sebagai sopir pribadi. Tim menangkap satu pencuri dan mengamankan 6 penadah.

"Dengan tertangkapnya satu pencuri, terbongkar sindikat pencurian ini. Kita ungkap kawanan penadah yang suka membeli dan menjual murah barang kendaraan bermotor ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono didampingi Kasubdit 6 Ditreskrimum AKBP Sapta Marpaung di Mapolda, Kamis (14/3/2019).

 Tujuh tersangka yang  diamankan dengan satu tersangka berinisial AH (39) sebagai eksekutor dan 6 tersangka sebagai penadah berinisial AB (45), ES (39) RH (39), AY (43), EL (43) dan HJ (44).

“Pelaku melamar sebagai sopir pribadi diperusahaan orang asing setelah diterima menjadi supir pribadi oleh orang asing tersebut,” terang  Argo Yuwono 

Awalnya, polisi menangkap AH, sopir, yang menggelapkan mobil milik warga Korea.Mobil dibawa kabur kemudian dijual kepada penadah tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang sah dan dengan harga dibawah pasaran.

Pada Selasa (18/12/2018)  AH bertemu dengan kawanya Dadang Iskandar dan menanyakan pekerjaan sebagai sopir pribadi. “Kebetulan di perusahaan tempat bekerja Dadang sedang membutuhkan sopir pribadi untuk orang asing yang bekerja di Indonesia. Kemudian tersangka AH diperkenalkan kepada Mr Kim dengan menunjukan SIM A dan KTP untuk didokumentasikan.

Pada Rabu (19/12/2018) pelaku masuk hari pertama menjadi sopir pribadi Kim yang berkantor di Gedung Menara Jamsostek Tower Utara dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova Venturer.

“Sesampainya dikantor Mr Kim langsung turun dari mobil tersebut dan kemudian pada saat Mr Kim akan pulang tersangka sudah tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya,” ungkap Kombes Argo.

Dadang kemudian melaporkan kasus tersebut dan setelah melakukan olah TKP, penyidik mendapatkan rekaman CCTV. “Kemudian setelah pelaku teridentifikasi anggota melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelas Kombes Argo.

Kombes Argo menerangkan bahwa pada (14/2/2019) polisi berhasil menangkap pelaku di Tegal, Jawa Tengah. Dari keterangan tersangka diketahui bahwa mobil curian tersebut telah dijual kepada penadah bernama AB di Tegal Jawa Tengah dengan harga Rp 65.000.000.

“Kemudian penyidik melakukan pengejaran terhadap tersangka AB di Tegal Jawa Tengah dan pada tanggal 14 Februari 2019 tersangka berhasil ditangkap. Dari keterangan tersangka AB bahwa mobil tersebut sudah dijual kepada tersangka ES dan RH di Pemalang, Jawa Tengah, dengan harga Rp 105.000.000,” ujarnya.

Polisi langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka ES dan RH di Pemalang, Jawa Tengah. “Setelah ditangkap pelaku mengatakan mobil tersebut sudah dijual kepada orang Surabaya, Jawa Timur, bernama AY dan EL dengan harga Rp 115.000.000,” ujar Kombes Argo.

“Pada tanggal 18 Februari 2019 tersangka AY dan EL tertangkap di Mojokerto, Jawa Timur, dan dari keterangan tersangka AY dan EL mobil tersebut didapatkan dari begal sadis. 

Kebanyakan mobil yang dicuri belum lunas cicilan atau dalam fiducia. Satu mobil Kijang, misalnya, dijual seharga Rp 60 juta atau separuh dari harga pasaran. Polisi sita 53 mobil hasil curian.

Editor : B Sadono Priyo