logo

Perubahan Status STAIN Sorong Menjadi IAIN Untuk Pembangunan

Perubahan Status STAIN Sorong Menjadi IAIN Untuk Pembangunan

Dosen Penerima Sertifikasi (kiri), Dr Rusdi Rasyid (kanan)
14 Maret 2019 01:26 WIB

Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Wakil Ketua I Bidang Akademik  dan Pengembangan Sekolah Tinggi  Agama  Islam Negeri (STAIN) Sorong, Dr Rusdi Rasyid, mengatakan,  peningkatan status menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri) penting karena  akan menambah  sejumlah jurusan yang bermanfaat bagi  pembangunan di Papua Barat  dan sekitarnya.

“STAIN Sorong saat ini hanya ada berberapa jurusan yang dampaknya kurang begitu luas bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini,”kata Rusdi.

Kalau nanti  sudah berubah  dari STAIN ke IAIN, maka jurusan umum makin banyak apakah di bidang pendidikan, ekonomi,hukum dan sebagainya.

Bidang pendidikan ada jurusan seperti  kimia, fisika, biologi, antropologi. Juga di bidang ekonomi jurusan manajemen SDM, manajemen keuangan, akuntansi dan  lain-lain. Begitu pula,  pada jurusan hukum  akan ada  ilmu hukum tata negara, pidana dan sebagainya.

Oleh karena itu, STAIN Sorong telah mempersiapkan segalanya, mulai dari jumlah mahasiswa saat ini 1000 orang lebih , 41 dosen PNS dan non PNS. Serta luas lahan  yang memungkinkan untuk pengembangan  ruang-ruang kuliah dan  dan fasilitas lainnya.

Terkait dukungan dari pemerintah daerah, organisasi keagaman dan organisasi kemasyarakatan semuanya di Papua Barat  ini telah memberikan rekomendasi persetujuan dan dukungannya untuk peningkatan status STAIN Sorong ke IAIN tersebut.

Dosen  Tersertifikasi

  STAIN Sorong saat  ini mengalami kemajuan pesat . Itu,  ditandai dengan  prestasi  4 dosen yang menerima sertifikat dosen terkait dengan tunjangan fungsional.

“Jadi empat dosen STAIN Sorong, masing-masing , Fatmasari M.Pd.I.,  Bunyamin M.Pd, Syahrul MA, dan Rusdin M.Si menerima sertifikat  dosen  (Serdos). Mereka itu berhak menerima tunjangan dosen ditambah gajinya,”kata  Dr Rusdi.

Untuk lulus  sertifikat dosen (Serdos) itu harus melalui tim seleksi  yang dipimpin oleh seorang profesor yang ditentukan oleh negara.

“Hal itu menunjukkan,  bahwa SDM pengajar (dosen) di STAIN Sorong telah memenuhi syarat untuk  naik peringkat ke IAIN,  seperti   di daerah lain. Katakanlah STAIN Jayapura, Papua  kini sudah berubah status menjadi IAIN,”kata Rusdi.

Diharapkan STAIN Sorong pun akan mengalami  status yang lebih tinggi (IAIN), karena warga Papua Barat sangat mengharapkan  kehadiran  perguruan tinggi  yang berkualitas  di daerah ini. ***

  

Editor : B Sadono Priyo