logo

Bogor Street Festival 2019 Heboh, Ribuan Orang Padati Surya Kencana

Bogor Street Festival 2019 Heboh, Ribuan Orang Padati Surya Kencana

21 Februari 2019 15:10 WIB

Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BOGOR: Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2019 yang menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Surya Kencana, Bogor Tengah, Kota Bogor berlangsung heboh. Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan Surya Kencana untuk menikmati berbagai atraksi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membuka BSF 2019, Selasa (19/2) sore. Pembukaan Bogor Street Festival dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdan III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto, dan Wakapolda Jabar, Brigjen Akhmad Wiyagus.

Tema Bogor Street Festival tahun ini mengusung tema Katumbiri Lighting Festival 2019. Makna Katumbiri ini sendiri mengandung nilai keindahan dalam keberagaman.

BSF 2019 menghadirkan berbagai budaya tradisional dari berbagai Provinsi. Tidak hanya dari Indonesia, kesenian budaya dari mancanegara juga tampil. Iring-iringan seni budaya tersebut dilaksanakan setelah matahari tenggelam atau tepatnya pukul 18.30 WIB.

Lebih dari 45 pengisi acara dari sanggar, komunitas dan organisasi kemasyarakatan ikut andil dalam memeriahkan helaran budaya BSF 2019 ini. Dari Jawa Barat sendiri akan hadir pertunjukan kesenian dari Ciamis, Indramayu, Sumedang dan Kabupaten Bandung. Sementara kesenian lainnya akan mempertunjukan kekayaan budaya dari Papua, Bali, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan.

Selain dari dalam negeri, peserta karnaval juga akan dimeriahkan oleh suguhan budaya dari mancanegara. Antara lain kesenian dari India melalui perwakilan dari Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) dan partisipasi kesenian dari Tainan City.

Bima Arya mengatakan, Bogor Street Festival merupakan bentuk upaya untuk menjaga keberagaman di Bogor untum Indonesia. Ia menyebut, antusiasme warga yang datang menunjukkan bentuk keinginan untuk menjaga warisan budaya bangsa yang penuh keberagaman.

"Ini bukan hanya tentang budaya. Ini juga bukan hanya tentang upacara, tetapi ini adalah tentang nilai-nilai yang kita yakini dari masa ke masa, diturunkan dan kita jaga terus kedepan, bersama dalam keberagaman, berbeda adalah keniscayaan, beragam adalah keharusan, tapi kebersamaan harus kita perjuangkan," kata Bima Arya.

Usai berdoa, dilanjutkan pembacaan Wangsit Siliwangi oleh budayawan, pembukaan Bogor Street Festival diakhiri dengan doa bersama lintas agama yang dibacakan secara bergantian oleh perwakilan dari lima agama di Indonesia.

Keegiatan ini pun mendapat respon positif dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Bahkan, Kemenpar mengusulkan Bogor Street Festival sebagai agenda nasional yang diselenggarakan setiap tahun.

“Kami mengapresiasi acara Bogor Street Festival. Kegiatan ini menyatukan antara nilai-nilai budaya dan keberagaman. Dan kami akan usulkan tahun depan Bogor Street Festival menjadi salah satu kalender event nasional,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani dalam sambutannya saat pembukaan BSF 2019.

Dia mengatakan, Kemenpar sangat mengapresiasi acara Bogor Street Festival karena menyatukan antara nilai-nilai budaya dan keberagaman masyarakat Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, karya budaya Jawa Barat dan nusantara mulai konsisten dihadirkan dalam BSF. 

"Cantiknya kilau pesona budaya Kota Bogor, Jawa Barat dan nusantara akan nampak jelas dari ragam dan suguhan kreasi tiap pendukung acara. Tak kurang dari 45 pengisi acara dari sanggar, komunitas dan organisasi kemasyarakatan ikut memeriahkan helaran budaya tahunan ini," papar Rizki. 

Rizki menambahkan, BSF mendatang diharapkan akan dapat meningkatkan nilai secara ekonomis. Tidak saja bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan mendapatkan keuntungan melalui meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga bagi dunia usaha dan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Diharapkan akan lebih banyak lagi yang akan datang menyaksikan acara budaya milik warga Bogor ini. Tidak saja turis lokal, tapi juga diharapkan akan banyak menyedot turis mancanegara. Sehingga perekonomian Bogor ikut bergerak,” kata Rizki.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, festival ini menjadi panggung ‘kampanye’ keberagaman dan toleransi. Seluruh potensi pariwisata yang dimiliki Kota Bogor juga bisa dibranding dengan optimal. Ujungnya tentu kesejahteraan masyarakat naik melalui income transaksi aktivitas wisata tersebut.

“Kemenpar mendukung penyelenggaraan Cap Go Meh Street Festival 2019 ini. Sebab, festival ini metode branding terbaik. Seluruh potensi yang dimiliki Bogor akan terangkat. Dan, manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung masyarakat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH