logo

Survei Internal: Prabowo Unggul Di 32 Provinsi, Dengan Elektabilitas Di Atas 60% Tinggalkan Jokowi

Survei Internal: Prabowo Unggul Di 32 Provinsi, Dengan Elektabilitas Di Atas 60% Tinggalkan Jokowi

Dokumentasi: Ketua Umum Go Prabowo Sandi (GPS), Gumelar Yo, menyampaikan pidato pada Deklarasi Go Prabowo Sandi Milenial dan Talk Show Kewirausahaan Peran Milenial di Era Industri 4.0 di Hotel EDS Jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, Minggu (10/2/2019). Deklarasi dihadiri ratusan emak-emak, anak-anak muda dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara bagian di Semenanjung Malaysia. (Antara)
12 Februari 2019 21:22 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengklaim hasil survei internalnya memperlihatkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga di atas 60 persen.
   
"Alhamdulillah survei internal kami mengungkap fakta seperti itu, Prabowo-Sandi sudah unggul atas Jokowi-Ma'ruf," kata Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Nanik S. Deyang melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Selasa (12/2/2019).
   
Ia menjelaskan, fakta lembaga survei internal itu menyajikan data-data objektif di lapangan yang menyebutkan Prabowo-Sandiaga sudah unggul di 32 provinsi.
   
Secara nasional, elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga sudah unggul, di atas 60 persen. Khusus untuk Bali dan NTT, posisinya 50 persen banding 50 persen.
   
Namun BPN Prabowo-Sandiaga tidak lengah, bahkan terus meningkatkan kerjanya dengan tekad memenangkan Pilpres 2019 dengan keunggulan telak, katanya. "Kami harus menang banyak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kami inginkan," kata dia seperti dikutip Antara.

           Riset

Sementara itu Riset media G-Communications (G-Comm) terhadap pasangan calon selama Januari 2019 menunjukkan, 86 persen pemberitaan dari enam media terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno, bernada positif, sedangkan 14 persen bernada negatif.

Direktur G-Comm Andi Irman dalam rilis riset pemberitaan media tentang Pemilihan Presiden 2019 di Jakarta, Senin, mengatakan riset  dilakukan  selama  periode  1-31  Januari  2019  pada  3  (tiga) media  online  yakni  Detik.comKompas.com  dan  Antaranews.com  serta  3  (tiga)  media cetak  yakni  Kompas,  Republika  dan  Jawa  Pos, dengan jumlah total berita 1.923.

Jumlah berita bernada negatif tersebut lebih banyak dibandingkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. pemberitaan  pasangan calon Jokowi-Ma’ruf  lebih  banyak  diberitakan  positif  oleh  media  dengan  93 persen  positif  dan  7 persen pemberitaan  negatif.

Dalam riset tersebut menunjukkan  pasangan calon nomor urut  01,  Jokowi-Ma’ruf diberitakan media sebanyak 38 persen sedangkan pasangan calon nomor urut 02  Prabowo-Sandi  sejumlah 35 persen. Sedangkan 27 persen lainnya  media  mengangkat  pemberitaan  keduanya.  

Berdasarkan kategori media, media online lebih mendominasi dari pada media cetak. Hal ini menggambarkan minat pembaca topik tentang Pilpres lebih banyak di media online.  
 
Jokowi-Ma’ruf banyak diberitakan postif pada isu-isu  seputar  jelang  debat  capres,  hoaks  surat  suara,  debat  pilpres, dukungan  paslon dan tabloid Indonesia Barokah.  Sementara pemberitaan negatif Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf banyak menyasar pada isu-isu revolusi mental, dan Jokowi minta uang.
 
Sedangkan  Pasangan calon  02  Prabowo-Sandi  banyak diberitakan  positif  pada  isu-isu  jelang debat  capres, pidato  kebangsaan  Indonesia  menang,  debat  pilpres,  tabloid  Indonesia Barokah  dan  dukungan  pasangan calon. Pemberitaan  negatif  banyak  manyasar  pada  isu-isu perubahan visi misi, hoax surat suara, dan posko BPN Jateng.  

Dari  data  yang  dihimpun,  ada  temuan  yang menunjukkan Pasangan calon  01  Jokowi-Ma’ruf  cenderung melakukan pola mengklarifikasi atas isu-isu yang beredar.

"Sementara pasangan calon 02, Prabowo-Sandi cenderung  lebih banyak mengeluarkan isu-isu  yang  terkait  dengan pasangan calon 01, Jokowi-Ma’ruf,  seperti  misalnya isu  hoaks surat  suara,  yang  justru ini malah merugikan pasangan calon 02," katanya.***