logo

Sukirman Gratiskan Warga Petik Cabai di Lahannya

Sukirman Gratiskan Warga Petik Cabai di Lahannya

Cabai di lahan milik Sukirman, gratis untuk warga sekitar. (Ist)
12 Februari 2019 08:51 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - SRAGEN: Sukirman, petani cabai asal Pilangsari, Kabupaten Sragen menggratiskan warga sekitar untuk memetik sendiri cabai miliknya. Tanaman cabai di atas lahan seluas 1.000 meter persegi miliknya itu, memang sudah saatnya diganti dengan yang baru.

"Iya mas, saya memang gratiskan untuk warga. Silakan petik sendiri. Tapi cuma 1.000 meter persegi lho, itu juga karena memang mau saya bongkar dan tanam cabai yang baru. Jadi bukan karena putus asa, sama sekali bukan," ujar Sukirman di Sragen, Senin (11/2/2019).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sragen, Suwito mengakui harga cabai di tingkat petani fluktuatif. Pada panen sebelumnya, petani menikmati kisaran harga yang lumayan tinggi, sehingga petani tidak ada istilah rugi besar. 

"Menurut saya wajar, musim ini harga kurang bagus, tapi di musim panen sebelumnya harga relatif stabil, masih ada margin keuntungan," jelasnya. 

Penjelasan Suwito itu untuk menampik anggapan petani cabai putus asa dengan anjloknya harga cabai belakangan ini.

Suwito menuturkan, tindakan Sukirman itu semata-mata karena lahan cabainya mau dibongkar di atas luasan yang terbatas. 

"Kami masih bersyukur, setidaknya hal seperti ini menjadi momen untuk saling berintropeksi. Bahasa kerennya, ya beginilah dunia budidaya cabai. Ada kalanya untung segunung, ada kalanya pula impas. Semua wajib disyukuri," tandasnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, M Ismail Wahab berharap petani tidak gampang putus asa dalam berbudidaya cabai. Bukan berarti saat harga lagi murah, terus petani putus asa, sehingga tidak mau merawat dan menanam lagi. 

"Ini yang sebenarnya kita jaga. Keberadaan tanaman cabai tetap harus kita jaga. Kan dipanen 3 sampai 4 bulan kedepan. Insya Allah kalau kita tetap semangat, harga bisa lebih menjanjikan di musim panen mendatang," ujar Ismail.

“Yang utama kita tetap jaga pertanaman dan kita pelihara pertanaman," pintanya.

Ismail menegaskan Kementan akan terus berupaya mencari solusi konkret untuk menangani cabai. Mulai dari pengawalan penurunan biaya kargo pesawat sampai menjembatani dengan industri olahan sudah kita lakukan.

"Seperti kejadian di Sragen, petani membebaskan warga untuk memetik, itu baik. Tapi bukan berarti petani putus asa," tegasnya 

“Saya yakin petani sudah mengenal bahkan paham soal manajemen pola tanam. Tinggal kita kawal penerapannya di lapangan. Ini penting sekali untuk stabilisasi pasokan dan harga cabai," pungkasnya. ***

Editor : Laksito Adi Darmono