logo

Lewat AETP Kemenperin Dorong Starup Nasional Mendunia

Lewat AETP Kemenperin Dorong Starup Nasional Mendunia

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih memberikan sambutan pada acara pre Opening dan seminar Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) di Jakarta, Senin (11/2/2019).
11 Februari 2019 20:44 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA:Kementerian Perindustrian berkomitmen mendukung pembinaan perusahaan rintisan (startup) dengan membuka kesempatan go internasional melalui program Asia Entrepreneurship Training Program (AETP). 

“Kegiatan ini salah satu upaya peningkatan ekspor produk industri digital dan kreatif. Kami ingin startup Indonesia mendunia, serta memperkuat brand Indonesia sebagai negara industri kreatif dan digital,” kata Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Gati Wibawaningsih, Senin (11/2/2019).

Gati mengatakan, startup yang terpilih mengikuti pelatihan adalah mereka yang menjadi juara dan finalis pada acara Semarak Industri Kecil Menengah (IKM) 2018 yang digelar Kementerian Perindustrian. Mereka dari bidang, fesyen, digital dan kosmetik.  

Seminar tersebut  mendatangkan pembicara dari AETP, SwissCham, dan Estubizi Network dan mengupas tentang program, peran, dan pemberdayaan startup. 

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan soft launching Swiss – Indonesian Acceleration Startup Program, yang merupakan kegiatan akselerasi startup yang memungkinkan terbukanya akses ekosistem startup antara Swiss dan Indonesia. 

Program tersebut dilaksanakan secara paralel di Swiss dan Indonesia dengan waktu yang bersamaan, sehingga peserta program di Swiss dan Indonesia dapat saling berinteraksi dan merupakan peluang bagi para startup di Tanah Air untuk memperluas jaringan.

“Jadi ini kesempatan yang benar-benar harus kita manfaatkan,” ujar Gati.

Gati berharap, dengan pelatihan ini, startup Tanah Air mampu bersaing di kancah global, serta bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekspor dalam negeri.

"Kegiatan seperti ini bisa membuka cakrawala startup Indonesia untuk mengetahui perkembangan di dunia bisnis global. Targetnya, kami ingin menyasar pasar Amerika dan Eropa karena perekonomian mereka secara fundamental lebih mantap," ujarnya.

Untuk IKM yang produknya segmented, pasar Amerika dan Eropa bisa menerima produk yang lebih spesifik khususnya yang craft.

Program pelatihan bagi startup tersebut dilakukan selama 6 bulan dimulai April 2019. Bentuk pelatihan berbasis simulasi, pembinaan tim individu, pencarian mitra, serta akses ke investor dan inkubator yang serasi dengan bidang usaha yang dijalankan masing-masing startup.

Kemperin menargetkan ekspor produk IKM bisa tumbuh 10%. Sebelumnya, nilai ekspor kerajinan tahun 2017 mencapai USD 776 juta. Angka ini naik 3,8% dari tahun 2016 sebesar USD 747 juta.  

Berdasarkan data  Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2015 ada sekitar 695.000 industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur), barang anyaman dari rotan, bambu dan sejenisnya. 

Setiap tahun, nilai tambah IKM ini terus melonjak naik, bila pada tahun 2014 nilai tambah sekitar Rp 25,356 triliun, pada tahun 2015 naik menjadi Rp26,743 triliun. ***