logo

Pasutri Pengusaha Valas Tipu Masyarakat Dengan Iming-iming Keuntungan Berlipat

 Pasutri Pengusaha Valas Tipu Masyarakat Dengan Iming-iming Keuntungan Berlipat

Tersanggka penggelapan bisnis valas.
11 Februari 2019 16:02 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dua pengusaha bisnis valas (money changer) diringkus Tim Subdit II Fiskal Moneter Devisa (Fismondev) Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ).

 

"LW dan GRH merupakan pasutri. Keduanya punya bisnis valas, tapi disalahgunakan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan tindak pidana pencucian uang," kata Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono di Mapolda, Senin (11/2/2019).

 

Kedua pelaku berinisial LW dan GRH telah melakukan aksinya di beberapa tempat, seperti Jakarta Barat, Banten, Sumatera Utara dan Jawa Timur.

 

Tersangka menggunakan bujuk rayu untuk menawarkan dan menjual valas dengan mata uang asing ke para korban yang kemudian mata uang asing tersebut tidak diberikan oleh tersangka kepada para korban.

“Hasil penggelapan itu digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan pribadi dengan alasan untuk membayar hutang nasabah sebelumnya (gali lubang tutup lubang),” Argo Yuwono didampingi Komisaris Harun dari Fismondev Ditkrimsus PMJ. Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2019).

Ada 4 korban yang telah melaporkan kasus tersebut dengan kerugian dari ratusan hingga miliaran rupiah. “Polisi mengamankan barag bukti beberapa lembar aplikasi setoran dan transfer ke beberapa rekening Bank,” jelas Kombes Argo.

“Beberapa lembar bukti setoran tunai ke beberapa rekening bank, beberapa lembar konfirmasi transaksi ke rekening beberapa bank, beberapa lembar tanda bukti penyetoran ke rekening beberapa bank, satu lembar fotocopy tanda bukt ipenyetoran ke rekening beberapa bank, satu bundle print out percakapan melalui WhatsApp antara tersangka LW dengan beberapa korban dan enam lembar print out percakapan WhatsApp antara Money Changer dengan tersanga LW,” sambungnya.

Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama tahun, Pasal 372 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan dengan pidana penjara paling lama 8 tahun serta paling banyak Rp 100.000.000.000 serta Pasal 3 UU RI No 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.00