logo

Megawati: Kenapa Sekarang Orang Ditakut Takuti Jangan Pilih Jokowi

Megawati: Kenapa Sekarang Orang Ditakut Takuti Jangan Pilih Jokowi

Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019).
11 Februari 2019 10:59 WIB

Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - PURWOKERTO: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan jika sejak pemilu pertama tahun 1955 keadaan aman dan damai. Bahkan rakyatnya tertawa senang hati saat datang ke TPS.

"Pemilu ini kenapa jadi seperti ini, padahal dari sejak Pemilu pertama tahun 1955, keadaaanya aman dan damai, rakyatnya tertawa dan senang hati datang ke TPS. Kenapa sekarang orang ditakut takuti, jangan pilih Jokowi, memangnya kenapa ya pak Jokowi, katanya demokrasi, demokrasi apa?," kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019).

Dia mengatakan jika penyebaran hoax menjadi penyebab keadaan bangsa Indonesia menjadi seperti saat ini. Ujaran kebencian terus disebar untuk menjatuhkan Jokowi yang telah bekerja dan berupaya membangun Indonesia.

"Aneh sekali sekarang ini. Kenapa hanya mencari seorang Presiden rakyat ini ditebarkan kebencian hoax segala, hanya untuk memenangkan yang menyebarkan hoax. Pertanyaan sebaliknya saya, kalau kalian dibegitukan kayak apa ya rasanya, tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling bergotong royongan.Padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh bung Karno, tapi di gali dari kultur Indonesia.  Wez kalah ya kalah wae tho yo," ucapnya.

Dia pun meminta agar para penyebar hoax kebencian agar segera sadar dan bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan selama ini.

"Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggungjawab dan kesatria datang kesini, ngomong nanti ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri diri kamu, yang hanya keluar adalah kebencian, yang belum tentu kamu pun mengalami kebencian seperti itu, dapat juga kamu merasakan betapa sakitnya," tuturnya.

Bahkan dia mengancam kadernya jika di partainya terdapat penyebar hoax agar segera angkat kaki dan keluar dari PDI Perjuangan. PDIP tidak membutuhkan kader yang meyebarkan kebencian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Sekarang (banyak) anak muda pintar bermain cyber, banyak yang pintar tapi punya sopan santun dan etika. Disini jangan ada yang seperti itu. Kalau disini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoax) di PDI Perjuangan. Harus bertanggung jawab berani kamu menyebarkan kebencian, sini!!," tuturnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto