logo

Dua Tahun KSBN Berkiprah, Kerja-Kerjanya Bakal Gemparkan Dunia

Dua Tahun KSBN Berkiprah, Kerja-Kerjanya Bakal Gemparkan Dunia

Ketum KSBN Hendardji Soepandji bersama tokoh-tokoh Kebudayaan diantaranya Wali Kota Tidore Capt Ali Ibrahim. Dirjen Kesenian Restu Gunawan, Anggota DPR Yoseph Umarhadi, mantan Wakapolri. Nanan Sukarna, dan Soepandji Bersaudara memperingati Dwi Warsa KSBN
10 Februari 2019 23:45 WIB

Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) makin mengukuhkan eksistensinya. Meski masih sangat belia usianya, lembaga nirlaba yang concern terhadap kesenian dan kebudayaan nasantara ini ternyata mampu memikat hati dan minat warga negara-negara di benua Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika.

Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji selaku Ketua Umum KSBN mengatakan lembaga nonpemerintah yang dipimpinnya, meski baru berusia dua tahun, tapi kiprah nyata dan semangat kegotong-royongan sebagai ciri dan karakter anggota maupun pengurus KSBN menjadi spirit melangkah secara optimis di masa mendatang. Hendardji berharap KSBN akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan kemanfaatan untuk masyarakat. 

"Program-program pengembangan seni dan budaya Nusantara seperti yang diamanatkan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan menjadi kekuatan organisasi ini dalam menjaga eksistensinya sebagai lembaga pengawal seni budaya nusantara,"ujar mantan Danpuspom TNI AD ini kepada pers disela-sela peringatan Dwi Warsa KSBN di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2019).

Hadir pada peringatan Dwi Warsa KSBN sekaligus HUT Hendardji Soepandji diantaranya Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid yang diwakili Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud, Dr Restu Gunawan, Anggota Fraksi PDI Perjuanangan DPR RI, Yoseph Umarhadi, Walikota Tidore, Capt Ali Ibrahim, mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Direksi TMII, Soepandji Bersaudara, yakni mantan Jaksa Agung dan Kepala BPN, Hendarman Soepandji, Hendarti Soepandji (doktor di bidang psikologi), mantan Gubernur Lemhannas, Prof Budi Soepandji, dan Direktur Teknik PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) Bambang Tri Soepandji, mantan Sekjen Kemenkes, dr Ratna Rosita Hendardji Soepandji serta Letjen. TNI. (Purn) I Putu Sukreta Suranta.

Menurut Hendardji, sejak berdiri pada 10 Februari 2017, KSBN telah menggelar event-event seni budaya di Tanah Air. Bahkan pada 2018, KSBN kian fokus mempromosikan budaya Indonesia di mancanegara. Salah satunya aktif melakukan lawatan budaya ke berbagai negara..

"Setelah tahun lalu mengikuti lawatan budaya ke Amerika Serikat, Romania, Swedia, dan Mesir, tahun ini KSBN sudah mempersiapkan lawatan budaya ke Aljazair pada Juni dengan tema Festival Soekarno yang diikuti 50 negara, dan lawatan budaya ke Maroko lewat Folklore Festival pada Juli mendatang,"ungkap putra mendiang pasangan dr Soepandji dan Ny. Roesmiati Soepandji yang paska pensiun dari militer mewakafkan waktunya untuk kemajuan kebudayaan nusantara ini.

Raja Spanyol Felipe VI  membuka rapat jaringan global napak tilas ekspedisi laut terbesar dunia Magelhens di Sevilla, Spanyol, Januari 2019

Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud, Dr Restu Gunawan mengapresiasi kerja konkret KSBN. Meski sebagai NGO, namun kinerjanya tak beda dengan eksekutif. Artinya tugas-tugas di Kementeriaan aksn sangat terbantu dengan kiprah dan program KSBN.

"Tinggal kita saling bersinergi, bersimbiosis dalam upaya membangun ekosistem kebudayaan yang harmonis," ujar Restu Gunawan.

Menurut Restu, 7 Resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) ternyata sudah dilakoni KSBN. Salah satunya menyiapkan agenda strategis, seperti menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif. KSBN telah melindungi dan mengembangkan nilai, ekspresi dan praktik kebudayaan tradisional untuk memperkaya kebudayaan nasional. Kemudian KSBN telah mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan budaya untuk memperkuat kedudukan indonesia di dunia internasional.

"KSBN tampaknya juga akan bisa menempatkan diplomasi kebudayaan dengan memperkuat perwakilan luar negeri sebagai pusat budaya Indonesia, meningkatkan jumlah dan mutu program pertukaran dan residensi untuk seniman, peneliti dan pelaku budaya dan menjadikan diaspora Indonesia sebagai ujung tombak kemajuan kebudayaan Indonesia,"ujarnya.

Bahkan dalam agenda Napak Tilas Magelhaens 2021, KBSN dapat memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan Tidore oleh KSBN akan membangun mekanisme pelibatan seniman dan pelaku usaha dalam kebijakan kepariwisataan berkelanjutan dan ekonomi kreatif yang berbasis komunitas, kearifan lokal, ekosistem budaya, pelestarian alam dan pemanfaatan teknologi sebagai jalan keluar dari pendekatan industri ekstraktif.

Restu berharap KSBN bisa memfungsikan aset publik (seperti gedung terbengkalai, balai desa, gedung kesenian) dan fasilitas yang telah ada (taman budaya dan museum) sebagai pusat kegiatan dan ruang ruang ekspresi kebudayaan. Itu guna memperluas dan menjamin pemerataan akses masyarakat pada kebudayaan.

Hendardji mengungkapkan kiprah KSBN akhir tahun 2018, juga telah menggandeng Pemkot Semarang dengan menggelar Festival Seni Budaya Nusantara di Desa Kandri, Gunungpati. Bahkan tahun ini pun, kata Hendardji, KSBN dan Pemkot Semarang akan menghelat Folklore Internasional Festival dengan melibatkan 20 negara.

"Selain itu, KSBN juga akan menggelar Seminar Nasional Majapahit bekerja sama dengan Direktorat Sejarah Kemendikbud pada Mei mendatang,"ungkap Ketum Pawon Semar (Paguyuban Wong Semarang) ini.

Tak tanggung-tanggung visi para punggawa KSBN, ke depan bahkan akan turut berkontribusi dalam membangun peradaban dunia dan memperjuangkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional ketujuh setelah Inggris, Arab, Mandarin, Spanyol, Prancis, dan Rusia.

“Itu semua kami lakukan demi mengembangkan dan mempromosikan seni budaya nusantara sehingga tetap lestari dan lebih dikenal di mancanegara,” ujarnya.

Circumnavigation Magelhaens

Bahkan yang akan menjadi monumental bagi perjalanan sejarah Indonesia, jelas Hendardji, saat ini, KSBN terus membantu pemerintah dalam mempersiapkan perhelatan dunia yakni peringatan 500 Tahun Circumnavigation Magelhaens di mana kawasan Maluku Utara akan menjadi kota persinggahan dari 23 kota anggota Global Network Magellan Cities (GNMC) di 12 negara.

"KSBN punya peranan penting dengan terwujudnya event yang dimulai pada September 2019 di Kota Sevilla, Spanyol, dan akan berakhir di kota Tidore, Indonesia pada November 2021. Selain membantu memprakarsai Kota Tidore dan sejumlah wilayah Maluku Utara sebagai tuan rumah perhelatan peringatan event itu, KSBN juga turut aktif dalam pertemuan-pertemuan internasional GNMC yang membahas peringatan Napak Tilas Magelhaens,"ungkap Hendardji.

Tercatat KSBN sudah mengikuti tiga agenda meeting GMNC sejak 2018 bersama pemerintah Kota Tidore. Yaitu di Buenos Aires, Santa Cruz, San Antonio, El Calafate di Argentina; Praira, Afrika Barat, dan Sevilla, Spanyol. Bahkan, pada pertemuan terakhir di Sevilla, delegasi Indonesia yang dipimpin Wali Kota Tidore Capt Ali Ibrahim, datang dengan komposisi lebih besar karena melibatkan beberapa pejabat dari Kemenko Maritim dan Kementerian Luar Negeri.

Wali Kota Tidore Capt Ali Ibrahim mengateakan, salah satu hasil keputusan meeting terakhir di Sevilla, baik dari KSBN dan Pemkot Tidore didaulat menjadi tuan rumah meeting GNMC berikutnya.

"Rencananya itu akan kami gelar pada 24-27 Juli mendatang,” ujar Capt Ali Ibrahim.

Wali Kota Ali Ibrahim menyebut salah satu agenda dalam pertemuan anggota GNMC di Indonesia nanti adalah seminar internasional di Jakarta yang dikuti para wakil 23 kota dari 12 negara, pada 24 Juli 2019. Seminar internasional ini akan langsung ditangani Kementerian Luar Negeri dan KSBN tetap akan mendukung secara all out.

"Sementara tiga hari berikutnya akan dilakukan meeting dan peninjauan langsung anggota GNMC di Kota Tidore dan kawasan Maluku Utara lain yang akan jadi tuan rumah perhelatan peringatan Napak Tilas Magelhaens pada 2021,"jelas Ali Ibrahim.

Delegasi Indonesia yang berasal dari KSBN, Kementerian terkait dan Pemkot Tidore diantaranya Ketum KSBN Hendardji Soepandji, Wali Kota Tidore, Capt Ali Ibrahim, Atase Pertahanan RI di Spanyol, Kolonel Pnb Ketut Wahyu Wijaya, Direktur Eropa Kemenlu, Kusuma Pradopo, Direktur Kemenko Maritim Kosmas Harefa, Sturmius, staf Eropa, Nico staf KBRI di Madrid, Yetti Octaviani staf Kedubes Spanyol

Baik Hendardji maupun Ali Ibrahim, kedua komandan ini menegaskan pentingnya persiapan peringatan Napak Tilas Magelhaens 2019-2021. Ini karena menyangkut sejarah besar bangsa Indonesia. Salah satunya, di masa lalu Indonesia adalah pusat rempah-rempah terbesar yang masuk dalam perdagangan dunia, karena itu kawasan Indonesia menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa.

Makna peringatan 500 Tahun Napak Tilas Magelhaens nanti juga akan menjadi momen pertukaran kebudayaan 12 negara anggota GNMC. Sebab, 265 kru di tiga kapal yang mengikuti Napak Tilas Magelhaens itu akan menyajikan seni budaya masing-masing saat 40 hari berada di Indonesia. Bahkan, pada momentum itu pula, diplomasi KSBN ke dunia internasional akan dilakukan yakni memperjuangkan Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional dan diterima publik dunia.

“Semua itu akan diujicobakan saat pertemuan di Jakarta dan Tidore nanti. Para anggota GNMC akan belajar seni budaya Maluku Utara yang akan dipertunjukkan saat tiba di Indonesia. Sementara masyarakat Maluku Utara akan membawakan tarian Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada rombongan,” kata Wali Kota Tidore.

Menurut Ketum KSBN, pentas seni yang disajikan pada meeting anggota GMNC maupun saat peringatan Circumnavigation Magelhaens, hari ini, Minggu (10/2/2019). disimulasikan saat HUT Ke-2 KSBN di Museum TMII Jakarta. Salah satunya adalah performance tarian Medley Folklore Nusantara yang menggabungkan tarian nusantara dengan tarian mancanegara.

“Makanya, bagi kami HUT Ke-2 KSBN ini akan sangat berarti. Sebab, ini menjadi bagian pematangan rencana besar Indonesia menyambut peringatan Circumnavigation Magelhaens,” tegas Hendardji. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto