logo

Awali Tahun 2019, Slank Rekaman Album Baru Di Lokananta

Awali Tahun 2019, Slank Rekaman Album Baru Di Lokananta

Slank bersama Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo seusai rekaman di Lokananta
07 Februari 2019 14:36 WIB

Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Mengawali tahun 2019, grup band Slank kembali ke dapur rekaman. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ke-23 itu direkam di perusahaan rekaman bersejarah Lokananta, Solo.

"Lima hari kami rekaman di Lokananta. Meskipun tempatnya tua tapi berstandar internasional. Rekaman ini pertama kali Slank di luar Potlot, butuh penyegaran juga," ujar Bimbim, drummer Slank yang ditemui saat pamitan dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Kamis (7/2/2019).

Proses rekaman di Lokananta itu menjadi rekaman tercepat yang pernah dilakukan Slank. Proses perekaman album yang berisi 10 lagu itu hanya dilakukan dalam 5 hari.

"Ini tercepat selama ini, karena tempatnya mendukung. Kota Solo nya sendiri juga mendukung proses rekaman, dan histori Lokananta juga mendukung," tambah Kaka, vokalis Slank.

Proses awal pembuatan album yang akan rilis tahun ini itu dimulai tahun lalu. Materi album telah disiapkan sejak bulan puasa 2018, tetapi waktunya harus terpotong karena tur. Dilanjutkan proses latihan pada Januari 2019 dan masuk dapur rekaman pada Februari.

Album baru itu, rencanakan akan dirilis tahun ini juga. Mereka juga tertarik Lokananta menjadi lokasi untuk rilis album terbarunya.

"Kalau klip belum ada, tapi dari awal kita datang, rekaman hingga pulang kita rekam semuanya. Bisa jadi klip juga nantinya," kata Bimbim.

Warna lagu yang ada di album yang belum ada judulnya itu, tidak akan jauh berbeda dengan lagu Slank sebelumnya. Mereka juga menulis lirik tentang kondisi sosial saat ini.

"Ada lagu yang liriknya di surga nanti kita akan ngetawain kita sendiri," ucap Kaka.

Kedatangan Bimbim, Kaka (vokal), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) di Balai Kota Solo ditemui langsung oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Dalam pertemuan itu, mereka juga tertarik jika Lokananta nantinya bisa dijadikan museum musik. Karena memiliki sejarah dan koleksi bersejarah.

"Dulu pernah mau di jadikan museum keroncong, tapi saat Dirjen nya ganti yang dibuat museum keris dulu," pungkas Rudy. ***

Editor : Silli Melanovi