logo

Diduga Terlibat Prostitusi Daring, Finalis Kontes Kecantikan Putri Indonesia Dipecat

Diduga Terlibat Prostitusi Daring, Finalis Kontes Kecantikan Putri Indonesia Dipecat

Tangkapan layar keterangan resmi Yayasan Puteri Indonesia yang diunggah di akun media sosial Mega Angkasa, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia, Sabtu (12/1/2019). (instagram/angkasamega/Antara)
13 Januari 2019 08:14 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Yayasan Puteri Indonesia buka suara mengenai pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur bahwa dua finalis kontes kecantikan itu diduga terlibat dalam pelacuran daring.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (11/1/2019), mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dalam 45 artis dan 100-an model yang dikendalikan germo ES dan TN. Luki mengatakan mereka adalah finalis Puteri Indonesia pada 2016 dan 2017. 

Mega Angkasa, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia, mengunggah pernyataan resmi di akun Instagramnya, Sabtu (12/1/2019).

Dia menulis Yayasan Puteri Indonesia (YPI) telah memecat Fatya Ginanjarsari, finalis Kalimantan Utara 2017 tahun lalu karena melanggar kontrak finalis Puteri Indonesia yaitu mengikuti ajang internasional tanpa izin YPI. 

Sementara itu, finalis Jambi 2016, Maulia Lestari, disebut mulai hari ini bukan lagi bagian dari keluarga besar YPI. Kontraknya telah berakhir sejak Maret 2018.

Keduanya tidak diizinkan menggunakan atribut finalis Puteri Indonesia untuk kepentingan apa pun, tulis Mega.

"Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI, pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI," tulis dia seperti dilaporkan Antara.

      Polda Jatim

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dalam pelacuran daring dari 45 artis dan seratusan model yang dikendalikan germo ES dan TN.

Luki saat bertemu wartawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat (11/1/2018) mengatakan keduanya masuk dalam enam artis terduga kuat terlibat praktik pelacuran berdasarkan bukti-bukti yang ada saat pemeriksaan ES dan TN.

"Sudah ada enam, karena ketambahan satu orang. Sudah lengkap data-datanya, termasuk nama-namanya," ungkap Luki.

Meski begitu, Luki enggan membocorkan nama-nama tersebut. Selain dua finalis Puteri Indonesia, ada dua artis sinetron di stasiun televisi swasta, dan dua lainnya merupakan artis FTV.

"Yang dua artis sinetron di tv swasta, yang dua finalis Puteri Indonesia, yang dua lagi artis FTV atau foto model," ucapnya.

Mengenai identitas kedua finalis Puteri Indonesia tersebut, Luki enggan menjabarkannya. Dia hanya membocorkan jika mereka adalah finalis Puteri Indonesia pada 2016 dan 2017. "Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017," ujar Luki.

Luki menyatakan keenam artis yang diduga kuat terlibat pelacuran daring tersebut akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi pada pekan depan.

"Pemanggilan akan dilakukan minggu depan. Jika tidak datang akan kita panggil lagi minggu berikutnya sampai dua kali, setelah itu ada upaya paksa membawa mereka. Ini untuk memperjelas jaringan dari pelacuran daring ini," tutur Luki. ***