logo

Dua Ulama Kharismatik Cianjur Dukung Prabowo-Sandi

Dua Ulama Kharismatik Cianjur Dukung Prabowo-Sandi

Istimewa
12 Januari 2019 22:10 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - CIANJUR: Ulama kharismatik Cianjur Jawa Barat KH. Muhamad Sofyan ( Kang Yayan ) dan KH. Gunawan Nur (Kang Wawan ) beserta lebih dari 20 ribu pengikutnya menyatakan mendukung pasangan 02 Prabowo - Sandi.

"Saya pribadi tidak berpolitik. Saya hanya mengamati  gerakan gerakan Cawapres Sandiaga Uno sambil istiqaroh dan berdoa khusus secara rutin. Hasilnya kami wajib mendukung sepenuhnya calon pemimpin masa depan Indonesia Sandiaga Uno," ujar KH. Muh Sofyan, Sabtu (12/1/2019) di Cianjur Jawa Barar, sebagaimana  keterangan pers yang diterima Suarakarya.id.

Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan silahturahmi Ketua Umum "PERGERAKAN WONG NDESO BANTU NEGORO" yang juga Ketua Umum Pusat Organisasi "MALANG DEWA" H.Moh. Ismail, SH, MH. Kunjungan ini merupakan rangkaian perjalanan keliling desa desa atau wilayah di seluruh Indonesia yg belum terjamah oleh tim.

Menurut H. Dody Muhamad Ridwan Ketua "Malang Dewa" wilayah Cianjur dan Bandung Barat bahwa selama ini banyak perwakilan Partai Partai dan Relawan yang datang meminta Kyai Yayan dan Kyai Wawan untuk mendukung Prabowo - Sandi tetapi tidak pernah beliau tanggapi.

" Saya kaget, bangga dan terharu mendengar beliau berdua mendukung penuh bahkan secara tegas dengan disaksikan tamu tamu yg hadir kedua ulama itu menyatakan kecintaannya pada Sandiaga Uno, "ujar H.Dody dengan mata berbinar binar.

Dijelaskan oleh Dody bahwa kedua Ulama Kharismatik Cianjur itu sudah sejak tiga bulan lalu rutin istiqaroh dan berdoa ternyata jawabannya adalah Sandiaga Uno harus didukung. Agar Agama Islam, Pancasila dan NKRI terjaga terus. Bagaimana NKRI dan Pancasila akan terjamin hidup terus jika penganut penganut komunis dibiarkan merajalela di Indonesia.

Pada bagian lain KH. Wawan juga mengingattkan bahwa institusi negara yg masih bisa dipercaya untuk menolak kehadiran kembali partai komunis di Indonesia kelihatannya tinggal TNI saja. Oleh karena itu Ulama dan Masyarakat harus bahu membahu dengan TNI menolak kehadiran PKI di Indonesia.

     

Bank Jatim