logo

Program Bekerja Kementan Jangkau 800 Lebih Desa di Indonesia

Program Bekerja Kementan Jangkau 800 Lebih Desa di Indonesia

Mentan Amran Sulaiman. (Dok. Kementan)
11 Januari 2019 18:11 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hingga 2018, program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjangkau 10 provinsi, 22 kabupaten dan 807 desa yang melibatkan 200.000 rumah tangga petani miskin (RTM).

Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu target sasaran program ini, meliputi 48 desa di 5 kecamatan yakni Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras dan Sodonghilir.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Jumat (11/1/2019), menyerahkan bantuan 600 ribu ekor ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Bantuan yang merupakan bagian dari Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) ini, diberikan kepada 11.000 lebih Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Kiara Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).

"Kita semua berharap dengan bantuan ini cita-cita Desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul dapat terwujud," ujar Amran.

Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) merupakan program terobosan pemerintah mengurangi jumlah penduduk miskin di perdesaan.

Secara terpisah, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Kariyasa, menyebutkan program terobosan itu dinilai tepat sebagai solusi permanen untuk mengentaskan masyarakat petani dari kemiskinan dan pemerataan.

"Sebab sebagian besar penduduk miskin di perdesaan adalah petani dimana lebih dari 70 persen pendapatan utamanya berasal dari sektor pertanian. Tahun ini kita sudah terapkan program ini di 10 provinsi dengan sasaran 200.000 Rumah Tangga Petani Miskin (RTM)," katanya belum lama ini.

Dia menyebutkan, peningkatan produksi juga terus dilakukan melalui program upaya khusus (Upsus) untuk padi, jagung, kedelai dan hortikultura. Selain itu ada juga program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) pada peternakan serta bantuan bibit pada perkebunan.

"Program khusus itu mampu meningkatkan produksi komoditas pertanian secara signifikan sehingga menyebabkan PDB sektor pertanian tumbuh positif secara konsisten," katanya.

Meningkatnya produksi juga sangat memuaskan karena mampu menyediakan ketersediaan pangan sehingga dengan sendirinya menekan inflasi secara signifikan. Belum lagi adanya program asuransi pertanian dan program pengembangan pertanian modern melalui penggunaan alsitan secara masif.

"Seluruh program itu mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga petani karena menghemat biaya karena sebagian besar tenaga kerja sudah diganti oleh penggunaan alsintan yang jauh lebih efisien," pungkasnya. ***

Editor : Laksito Adi Darmono