logo

Ditangkap, Tersangka Keempat Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Ditangkap, Tersangka Keempat Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Tersangka penyebar hoax surat suara 7 kontainer tercoblos, terangkapt
11 Januari 2019 17:21 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Satu lagi pelaku kasus penyebar informasi bohong tujuh kontainer surat suara dari Tiongkok tercoblos, ditangkap. Tersangka berinisial MIK (38) yang merupakan  guru SMP, diamankan di rumahnya  Metro Cendana, Kelurahan Kebon Dalam, Kecamatan Purwakarta, Kota Cillegon, Banten, Minggu (6/1/2019) malam.

MIK memposting kalimat 'Di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80jt surat suara yang sudah dicoblos, hayo pada merapat pasti dari Tiongkok tuh'. Ia mengunggahnya lewat akun twitter dan diteruskan ke akun @dahnilanzar.

"Tersangka memposting tulisan yang diduga adanya penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (11/1/2019).

Penangkapan setelah Tim Cyber Patrol menelusuri akun twitter @chiecilihie80. MIK membuat akun tersebut pada September 2013. 

Akun @chiecilihie80 mengikuti 62 akun lainnya, dan punya pengikut 27 akun. Unggahan soal surat suara tercoblos itu ia capture ke aplikasi WhatsApp pada Rabu (2/1) pukul 12.04 WIB.

"Yang bersangkutan dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung paslon 02 tentang informasi tersebut," ujar Argo. Setelah informasi tersebuit viral, MIK menghapusnya. 

Polisi bertindak setelah menerima laporan bernomor LP/O5/2019/PMJDit Reskrimsus pada 4 Januari 2019. Polisi menyita bukti capture unggahan, KTP, ponsel warna hitam, dan SIM Card ponsel bernomor 0*562*855**9. 

Polisi mengenakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman maksimalnya penjara 6 tahun atau denda Rp 1 miliar