logo

Tak Lekang Usia, Mooryati Soedibyo Pecahkan Rekor MURI

Tak Lekang Usia, Mooryati Soedibyo Pecahkan Rekor MURI

10 Januari 2019 23:58 WIB

Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pendiri PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Yayasan Puteri Indonesia, Mooryati Soedibyo baru saja memecahkan rekor MURI sebagai eksekutif produser film tertua di dunia.

Penghargaan tersebut pun langsung diberikan oleh pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana saat perayaan ulang tahun ke-91 tahun, di Aula Sasono Wiwoho, Jakarta Pusat, Sabtu, (5/1/2019).

Sebelum menyerahkan piagam dan sertifikat, Jaya mengatakan, penghargaan rekor MURI ini diberikan atas semangat Mooryati untuk memproduksi film Indonesia yang berjudul, Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta.

“Hari ini MURI mendapat kesempatan menganugerahkan piagam. Penganugerahan ini bukan hanya nasional tapi dunia. MURI telah melakukan penelitian, tidak ada produser film di dunia seperti beliau. Ibu Mooryati adalah produser film tertua di planet bumi,” tuturnya.

Film Sultan Agung disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Adinia Wirasti, Ario Bayu, dan Marthino Lio.

Film ini menceritakan kisah tentang Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja ketiga Kerajaan Mataram yang memerintah pada 1613-1646.

“Akhirnya saya masih tetap mau bertahan dan tetap akan memberikan anak muda, anak milenial sesuatu yang kental akan budaya dan sejarah Indonesia. Jadi hiburan saat ini jangan melulu film yang horor atau yang lelucon saja. Film ini (Sultan Agung) menceritakan tentang sejarah, sejarah besar bangsa kita, sejarah perjuangan ratusan tahun sebelum kemerdekaan, ini saya curahkan ke sebuah film bulan Agustus tahun lalu," ujar Mooryati saat sebelum prosesi pemotongan tumpeng.

Pelestarian budaya dan sejarah Indonesia tidah hanya ia tuangkan dalam film, tetapi juga saat pesta perayaan ulang tahunnya..

Dengan konsep adat keraton yang kental, berbagai hiburan khas Jawa disajikan secara apik. Salah satu yang spesial adalah pagelaran Wayang Kulit selama dua jam.

“Malam ini, saya menyajikan pagelaran wayang kulit dengan dalang terbaik, yaitu Ki Purbo Asmoro. Wayang kulit adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang berharga,” ucapnya menambahkan.

Di akhir sambutannya, dirinya pun berharap, masa depan Indonesia yang berada di tangan generasi muda bisa terus melestarikan budaya-budaya yang ada.

Terutama, untuk memanfaatkan teknologi digital dengan hal-hal yang bermanfaat.

“Saya tidak kenal lelah untuk kerja keras memajukan budaya Indonesia. Untuk generasi muda, sekolah dan isilah dengan ilmu pengetahuan. Perkembangan zaman saat ini lebih mudah dengan adanya digitalisasi. Bawalah batik ke seluruh dunia, lewat internet. Saya akan terus berusaha ajarkan pendidikan budaya, karena budaya adalah ilmu hidup,” tukasnya.

Kemeriahan hari ulang tahunnya malam itu, tidak hanya dihadiri anak dan cucu saja, tetapi juga dari berbagai kalangan mulai dari pejabat sampai public figure.

Sebut saja mantan wakil presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Menteri Ketenagakerjaan; Hanif Dhakiri, Tiga besar Puteri Indonesia, Sonia Fergina Citra (Puteri Indonesia 2018), Vania Fitryanti Herlambang (Puteri Indonesia Lingkungan 2018), dan Wilda Octaviana Situngkir (Puteri Indonesia Pariwisata 2018) ,sampai aktris pemeran kawakan Tanah Air; Christine Hakim.

"Saya juga terinspirasi dengan eyang Mooryati Soedibyo karena sebagai perempuan beliau paham betul perempuan memiliki potensi besar. Apabila diterapkan pada masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang berdampak positif untuk kita semua," ujar Sonia.

Sonua juga mengatakan, di usia senjanya, Mooryati juga tak hentinya menebarkan semangat untuk generasi muda. Terutama untuk para Putri Indonesia untuk selalu semangat dalam menggali potensi dalam diri.

"Kita diajarkan untuk tidak patah semangat. Itu yang selalu dikatakan Eyang Mooryati Soedibyo pada generasi muda. Jangan pernah berhenti mengejar cita-cita kamu, yakin dan percaya potensi masing-masing dan harus berani melangkah," tuturnya.

Editor : Yon Parjiyono