logo

Bentrok Di Rutan Klas IA, Enam Napi Dipindah

Bentrok Di Rutan Klas IA, Enam Napi Dipindah

Aparat kepolisian memindahkan enam napi Rutan Klas IA Solo menyusul bentrok antar napi
10 Januari 2019 20:12 WIB

Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Bentrok antar narapidana terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). Akibatnya, enam orang tahanan yang terlibat keributan dipindahkan ke Semarang.

Bentrokan dipicu saling ejek antar narapidana yang berlanjut dengan saling lempar batu. Kerusuhan juga nyaris terjadi di luar Rutan, saat ratusan anggota salah satu ormas mendatangi Rutan.

Mereka memenuhi pintu masuk Rutan dan berteriak-teriak. Aksi tersebut dilakukan setelah mendengar kabar bahwa rekan mereka yang menghuni Rutan, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari penghuni lain. Untuk mengantisipasi kerusuhan yang lebih besar, ratusan aparat kepolisian dan TNI langsung diterjunkan untuk mengamankan kondisi.

"Tahanan dipindahkan ke Semarang, tapi lokasi yang ditempati tahanan berbeda," jelas Wakapolresta Solo, AKBP Andi Rifai, di Rutan Klas IA.

Menurut Andi, pemindahan dilakukan untuk menjaga kondisi agar keributan agar tidak kembali terulang. Dengan pemindahan tersebut, diharapkan keributan serupa tidak terjadi lagi.

"Warga masyarakat bisa kembali tenang karena keributan yang sempat terjadi di Rutan Solo sudah bisa dikondisikan," ujarnya.

Pemindahan narapidana tersebut dilakukan pasalnya dalam beberapa bulan terakhir sudah terjadi tiga kali keributan antartahanan. Pemindahan keenam tahanan ini dilakukan sebanyak dua kali.

Yang pertama pemindahan narapidana Iwan Walet yang terlibat kasus penganiayaan. Dilanjutkan dengan pemindahan lima tahanan lainnya. Pemindahan dilakukan dengan pengamanan dari personel gabungan TNI dan Polri lengkap dengan menggunakan kendaraan baracuda.

Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono, yang ikut hadir di luar Rutan mengatakan aksi ratusan anggota ormas tersebut sebagai bentuk solidaritas.

"Ada pembesuk yang mengatakan jika dia sempat dipukuli oleh salah seorang tahanan. Kemudian terjadi saling lempar di dalam tahanan," ujarnya.***

Editor : B Sadono Priyo