logo

Warga Jakarta Ingin Anies Seperti Jokowi, Kerja Kerja Kerja

Warga Jakarta Ingin Anies Seperti Jokowi, Kerja Kerja Kerja

Teddy Yulianto.
10 Januari 2019 16:45 WIB

Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemanggilan dan diperiksanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor terkait dugaan kampanye terselubung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sangat disayangkan.

Warga Jakarta meminta agar Anies fokus kerja saja agar janjinya menciptakan kesejahteraan bagi warga terwujud, tidak usah ikut-ikutan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Politisi PPP Teddy Yulianto berpendapat Anies memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu lebih suka bekerja nyata daripada berkoar-koar.

"Pak Anies itu kan pernah menjadi menterinya Pak Jokowi. Pastinya cara dia bekerja dan mengabdi kepada rakyat sedikit banyak belajar dari Pak Jokowi," kata Teddy, Rabu (9/1/2019).

Ditegaskannya, untuk terciptanya masyarakat makmur dan sejahtera merupakan tanggung jawab bersama dan perlu sinergsitas antara pemerintah pusat dan daerah. Dia sangat meyakini, Anies Baswedan sangat memahami itu.

Aktivis pendidikan ini pun mengingatkan Anies soal janji-janjinya kepada warga Jakarta. "Perhatian Pak Anies terhadap pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat sudah bagus, tapi masih perlu ditingkatkan," ucap caleg DPRD DKI dari PPP dapil Jakarta Selatan nomor urut 8 ini.

"Sebaiknya, yang suka bekerja, bekerjasama dengan yang suka bekerja juga dong. Jangan bekerjasama dengan orang yang bisanya cuma berkoar-koar saja," tuturnya.

Teddy pun menyinggung soal pencalegan dirinya sebagai anggota DPRD DKI, dia yakin masyarakat, khususnya warga Jakarta Selatan sudah melihat  dan menilai komitmen dan keberpihakannya pada masyarakat.

"Tahun 2008 saya mendirikan Yayasan Teddy Yulianto yang concern memperhatikan pendidikan masyarakat, di antaranya mendirikan PAUD Flying Star dan PKBM Starisa School. Dalam waktu dekat ini kami akan meluncurkan program belajar secara online yang dapat digunakan dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, lanjut Teddy, sebagai seorang pengusaha  dirinya kerap dijadikan rujukan dan jadi mentor bagi para pelaku UMKM di Jaksel.

"Semua itu saya lakukan sebelum menjadi caleg. Sekarang ini saya maju dengan tujuan agar dapat memberikan yang lebih lagi kepada masyarakat. Intinya, saya ingin kerja kerja kerja seperti yang dilakukan Pak Jokowi dan Pak Anies," tegas pengusaha muda ini.

Kembali lagi soal Jokowi. Mengenai masih adanya beberapa hal atau janji yang belum direalisasikan oleh Jokowi, Teddy meyakini akan dituntaskan di periode keduanya kepemimpinannya.

Menurutnya, permasalahan Indonesia sangat kompleks dan banyak, sehingga membutuhkan waktu yang cukup untuk memperbaiki dan menyelesaikannya.

"Kalau ganti presiden, kekhawatirannya apa akan melanjutlan program yang pri terhadap rakyat yang sudah berjalan saat ini? Kita harus bersikap rasional," pungkasnya.

Anies Baswedan diperiksa Bawaslu Bogor pasca menghadiri acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 2018 lalu. Anies hadir mengenakan baju dinas dan mengacungkan ibu jari serta telunjuk yang identik dengan simbol Prabowo-Sandi.

Anies dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). Ia dituding menyalahgunakan jabatan sebagai kepala daerah untuk mengampanyekan salah satu pasangan capres-cawapres peserta Pemilu 2019.

Menurut Pasal 281 Ayat 1 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan, kepala daerah dilarang menggunakan fasilitas jabatannya untuk berkampanye.

Sementara Ayat 2 pasal yang sama menyebutkan, kepala daerah yang hendak berkampanye harus mengambil cuti jika dilakukan pada hari kerja.

Pasal 547 UU Pemilu juga menyebutkan pejabat negara dilarang mengambil keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye.

Meski dirinya dipanggil dan dimintai keterangan oleh Bawaslu Bogor, tapi Anies diperiksa di kantor Bawaslu RI (pusat), Senin (7/1/2019), dengan alasan untuk memudahkan dirinya.

Editor : Yon Parjiyono