logo

Longsor Sukabumi, Masa Tanggap Darurat Berakhir, Yadi Ikhlaskan Jasad Kakaknya Tidak Ditemukan

Longsor Sukabumi, Masa Tanggap Darurat Berakhir, Yadi Ikhlaskan Jasad Kakaknya Tidak Ditemukan

Petugas SAR gabungan bergotong royong berusaha mengeluarkan jenazah korban longsor yang tertimbun material tanah di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/1/2019). Pada hari ke-6 pencarian, petugas SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban longsor. (Antara)
07 Januari 2019 08:07 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - SUKABUMI: Keluarga korban mengiklhaskan satu anggota keluarganya tidak ditemukan tim SAR gabungan hingga masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditutup.

"Kami sudah ikhlas kakak saya Ruhesih (40) tidak bisa ditemukan tim SAR gabungan karena ini adalah bencana," kata adik korban, Yadi di lokasi bencana di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, pada kejadian tersebut lima anggota keluarganya menjadi korban meninggal dunia yakni ayah dan ibu, kakak, ipar dan keponakannya.

Selain kakaknya, jasad anggota keluarga lainnya berhasil ditemukan dan sudah dimakamkan.

Dirinya masih belum bisa percaya bencana longsor yang terjadi di tanah kelahirannya merenggut nyawa keluarganya.

Hingga saat ini, ia pun belum mengetahui apa rencana ke depan tetapi minta doa kepada siapapun agar keluarga yang menjadi korban tewas diberikan ketenangan.

"Saya dari keluarga tidak akan menuntut apapun, meskipun jenazah kakak saya tidak ditemukan dan harus terkubur selamanya di lokasi tanah longsor," katanya seperti dilaporkan Antara.

Sementara, Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) Hasan mengatakan sebelum masa tanggap darurat bencana tanah longsor ini ditutup pihaknya melakukan rapat kecil dengan seluruh instansi terkait seperti Polri, Basarnas, BNPB, BPBD dan pemerintah desa.

Hasilnya meskipun satu korban tidak berhasil ditemukan, namun pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menuntut untuk dilakukan pencarian lagi.

"Kami nyatakan pada Minggu (6/1) masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Kampung Garehong ditutup dan untuk penanganan lebih lanjut diserahkan ke panitia lokal," katanya.

         Teridentifikasi Semua

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (6/1) sebanyak 31 orang meninggal dunia akibat longsor yang menimbun Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"31 korban meninggal dunia semuanya sudah berhasil teridentifikasi oleh petugas medis," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/1/2019).

Dari 100 orang terdampak longsor, tim SAR gabungan telah menemukan 64 orang selamat, 31 orang meninggal dunia, 2 orang hilang dan masih dalam pencarian, dan 3 orang luka. Dari 3 orang luka tersebut 1 orang luka berat masih dirawat di RS Pelabuhan Ratu dan 2 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Tim SAR gabungan yang dikoordinir Basarnas dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, SKPD, PMI, Tagana, NGO, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban sejak kejadian longsor pada 31 Desember 2018 sore.

Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai wilayah yang rawan longsor. Selama 10 tahun terakhir telah terjadi 132 kali longsor di Sukabumi dengan beberapa kejadian di antaranya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Misalnya longsor di Kecamatan Cireunghas pada 28 Maret 2015 yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia, 293 orang terdampak, dan 11 rumah rusak.

Di sisi lain, Sutopo menambahkan, mitigasi longsor masih memerlukan banyak perhatian baik mitigasi struktural seperti penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, penghijauan dan lainnya, juga mitigasi non struktural seperti pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi dan lainnya.

"Puncak musim penghujan sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari. Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya," katanya. ***

Bank Jatim