logo

Presiden Tsai: Dukungan Internasional Dibutuhkan, Atas Ambisi China Terhadap Taiwan

Presiden Tsai: Dukungan Internasional Dibutuhkan, Atas Ambisi China Terhadap Taiwan

Pesiden Taiwan, Tsai Ing-wen
06 Januari 2019 20:37 WIB

Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - TAIPEI: Presiden China Xi Jinping dalam salah satu pidato kenegaraannya menyatakan tidak ada yang bisa mengubah fakta bahwa Taiwan merupakan bagian dari China daratan. Xi menegaskan, bahwa warga negara dari kedua wilayah harus berupaya mencari cara untuk penyatuan kembali (reunification).

Pernyataan Jinping kontan memicu reaksi keras Taipei. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyerukan dukungan komunitas internasional untuk mempertahankan demokrasi di pulau tersebut di tengah munculnya ancaman terbaru China  terhadap Taiwan.

Seruan Tsai kepada dunia internasional karena ambisi Tiongkok yang kini merasa menganggap Negeri Panda ini bisa menguasai dunia, termasuk Taiwan.

"Kami berharap masyarakat internasional menanggapinya dengan serius dan dapat menyatakan dukungan serta membantu kami," kata Tsai kepada pers di Taipei, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (5/1/2019), merujuk pada ancaman China untuk menggunakan kekuatan dalam upaya menyatukan kembali Taiwan di bawah kendalinya.

Tsai mengingatkan dunia, bila komunitas internasional tidak mendukung demokrasi di Taiwan, yang saat ini dalam bayang-bayang ancaman China, maka muncul pertanyaan, negara mana lagi yang akan menjadi sasaran berikutnya.

Hubungan China dengan Taiwan merupakan salah satu masalah paling sensitif bagi negeri yang melesat kemajuannya secara progresif karena reformasi yang mereka jalankan sukses.

Tekanan Xi terhadap negeri pulau tersebut kian meningkat sejak Tsai dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan menjadi presiden pada 2016.

Xi Ping secara terang-terangan mengatakan, China berhak menggunakan kekuatan membawa Taiwan di bawah kendalinya, meski China tetap mengedepankan cara-cara damai dalam upaya penyatuan kembali dengan pulau tersebut.

Namun ancaman Xi tersebut mendapat respon dari Tsai yang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tunduk pada pemerintah China yang menawarkan satu negara dengan dua sistem seperti halnya Hong Kong. Tsai justru menekankan, bahwa semua negosiasi lintas selat dilakukan atas dasar pemerintah ke pemerintah.

Tsai juga mendesak agar China memiliki pemahaman yang benar tentang apa yang dipikirkan rakyat Taiwan. Sebaliknya, tindakan intimidasi politik yang dilakukan China justru tidak membantu memulihkan hubungan kedua negara di kawasan Asia Tengah tersebut***

Editor : B Sadono Priyo
Bank Jatim