logo

Stefano Cugurra Teco Jengah Atas Tuduhan Mafia Kepada Persija

Stefano Cugurra Teco Jengah Atas Tuduhan Mafia Kepada Persija

10 Desember 2018 01:30 WIB

Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - Sukses ganda diraih Stefano Cugurra Teco pada kompetisi sepakbola Liga 1 Tahun 2018 yang berakhir Minggu (9/12/2018). Pelatih asal Brasil ini berhasil mengantar Persija Jakarta meraih trofi juara untuk mengakhiri paceklik panjang sejak 2001. Polesannya itu makin bersinar ketika Teco terpilih sebagai pelatih terbaik.

Teco meraih gelar pelatih terbaik setelah menyisihkan kandidat kuat lainnya. Dia  memenangkan persaingan dengan dua kandidat lainnya. Yang pertama adalah Roberto Carlos Mario Gomez (Persib Bandung) dan Robert Rene Alberts (PSM Makassar).

Inilah capaian puncak Teco yang harus melalui pasang surut cukup tajam  sejak menukangi Persija, Januari 2017 menggantikan Muhammad Zein Alhadad. Segudang pengalaman dalam melatih, utamanya di Thailand, belum cukup bagi Teco untuk langsung sukses di Persija. Terbukti, Persija sempat terseok-seok ketika mengikuti Liga 1 2017.

Pada Mei 2017, desakan untuk memecat Teco di Persija pun menguat. Namun dia tidak terpukul karena terus berkepala dingin untuk menunjukkan tangan dinginnya dalam memoles pasukan Macan Kemayoran.

Keteguhan Teco mendapat dukungan manajemen Persija yang  memilih untuk tetap mempertahankan Teco hingga akhir musim Liga 1 2017. Malah manajemen yang dipimpin Direktur Utama Persija, Gede Widiade memilih untuk membeli dan menjual pemain yang tidak maksimal.

Keteguhan pihak manajemen itu secara perlahan namun pasti diimbangi dengan kinerja yang makin membaik oleh Teco. Dia berhasil membuat performa Persija meningkat. Dia berhasil membuat Macan Kemayoran memiliki pertahanan yang kuat.

Persija memulai 2018 dengan gemilang. Salah satunya dengan melakukan gebrakan menjadi juara Piala Presiden yang merupakan turnamen pramusim. Marko Simic menjelma menjadi teror menakutkan. Dia menjadi top scorer di Piala Presiden.

Memasuki Liga 1 2018, Persija tentu juga membidik target juara. Namun perjalanan mereka juga penuh liku karena dihajar oleh penundaan laga beberapa kali sehingga sempat terperosok di dasar klasemen Liga 1. Namun momentum demi momentum positif terus diraih Persija usai kekalahan lawan Persib yang sempat ternoda. Salah satu yang paling penting saat menang 2-1 atas Bali United di stadion I Wayan Dipta.

Kini Persija ditasbihkan sebagai jawara Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak. Persija pun berhasil mengakhiri puasa gelar mereka selama 17 tahun. Kemenangan ini juga membuat Macan Kemayoran mengawinkan gelar juara Liga 1 dengan Piala Presiden 2018.

Berikut petikan pernyataan Stefano Cugurra Teco kepada wartawan yang disajikan dari berbagai sumber dalam bentuk tanya jawab.

Bagaimana Anda mengatasi tekanan yang sempat menuntut Anda dipecat dari Persija?

Bukan dapat tekanan dari manajemen. Semuanya, dari presiden klub ke manajemen semua punya keinginan yang sama, yakni menang. Tiap pertandingan juga kami evaluasi. Bersama-sama dengan pemain juga. Di negara-negara lain tekanan itu biasa. Waktu kita tidak menang main di kandang, pasti suporter tidak senang. Saya pikir itu biasa.

Apa komentar Anda dengan keberhasilan mengatasi masa sulit hingga mengantar Persija juara?

Hari ini kita bisa main bagus di depan Jakmania, terima kasih juga kepada Jakmania, sudah memberikan semangat kepada pemain kita dengan menampilkan koreografi kelas dunia. Saya juga berterimakasih sama wartawan. Wartawan hampir setiap hari ada sama saya di latihan, saya harus terima kasih juga.

Dengan keberhasilan ini bagaimana kelanjutan kontrak Anda di Persija?

Tahun ini saya sudah memenuhi target di semua kompetisi. Mungkin seharusnya kami sudah bicara soal kontrak. Namun, sebagai pelatih saya tidak mau mengganggu manajemen karena saya mengetahui mereka punya urusan terkait banyak hal, termasuk mengurus stadion di mana kami akan memainkan laga terakhir musim ini. Saya tidak ada masalah dan lebih baik menunggu pertandingan terakhir selesai.

Boleh tahu apa kunci kesuksesan tim Anda menjadi juara Liga 1 musim ini?

Kesuksesan itu didapat karena kekompakan dalam tubuh tim. Musim ini dilalui Persija dengan perjuangan berat. Pasalnya Persija hanya empat kali bermain di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta sepanjang musim 2018 ini. Ajang Asian Games 2018 membuat Persija harus terusir. Akibatnya kita harus berkandang di Bantul, Cikarang, dan juga Bekasi. Meski kerap berpindah kandang, saya meminta kepada pemain untuk tidak menjadikannya alasan.

Itu bisa diterima pemain. Semua di dalam tim ini juga rata-rata sudah cetak gol. Keberhasilan ini karena kerja tim saya baik. Kami bisa dapat trofi ini karena pemain kerja sesuai dengan taktik dari saya.

Dengan mengantar Persija juara dan terpilih sebagai pelatih terbaik, Anda bisa membalas serangan pelatih  Persib Bandung, Mario Gomez yang menyepelekan Macan Kemayoran?

Saya merasa terganggu dengan ucapan Mario Gomez yang menyebutkan bahwa seusai menjuarai Piala Presiden 2018 permainan Persija tak akan konsisten. Dia mengkritik penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta sebagai kandang Macan Kemayoran. Bagi saya  tak seharusnya berbagai tim di Liga 1 mengurusi permasalahan di Persija. Jangan urus Persija, urus tim kalian saja. Mario Gomez juga bilang Persija tidak bakal konsisten musim ini.

Lalu bagaimana tanggapan Anda atas tuduhan miring kepada tim yang Anda tangani?

Saya juga tak habis pikir banyak pelatih yang menyalahkan kinerja wasit ketika menelan kekalahan dari Persija. Selain itu saya jengah dengan tuduhan mafia kepada Persija. Padahal saya menilai Liga 1 merupakan salah satu kompetisi yang bagus dan ketat di Asia Tenggara. Saya sudah banyak berkarier di luar. Kalau di luar juara sudah keluar saat lima pertandingan di liga belum selesai tapi di Liga 1 itu bagus dan sangat ketat.

Jika boleh tahu siapa yang sosok penting bagi keberhasilan musim ini?

Ada dua sosok penting di balik kesuksesan meraih trofi musim ini. Presiden klub  Ferry Paulus dan CEO Macan Kemayoran, Gede Widiade. Ferry Paulus adalah sosok yang memberi saya kesempatan untuk bisa menangani klub ini. Sedangkan tanpa Gede Widiade saya yakin posisi saya sebagai Pelatih Persija sudah terdepak beberapa waktu lalu.

Ferry Paulus memulangkan saya dari Thailand dan memberikan saya kesempatan untuk bisa berkarier di Persija. Gede Widiade percaya untuk mempertahankan saya karena saya dulu tidak mudah di Persija dan mendapatkan kritik. ***

Data Pribadi:

Nama               : Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues atau Stefano Cugurra Teco

Jabatan             : Manajer sepakbola

Lahir                : 25 Juli 1974 (usia 44 tahun), Rio de Janeiro, Rio de Janeiro, Brasil

Kebangsaan     : Brasil

Tinggi               : 1,81 m

Pasangan          : Miranda Erlinda