logo

Kebutuhan Tenaga Guru Dan Layanan Kesehatan Desa Tertinggal Sangat Mendesak

Kebutuhan Tenaga Guru Dan Layanan Kesehatan Desa Tertinggal Sangat Mendesak

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Prof Dr Haryono Suyono (tengah). (foto,ist)
06 Desember 2018 20:55 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kebutuhan akan tenaga guru dan petugas layanan kesehatan di desa tertinggal sangat mendesak. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo, dalam pertemuan pengembangan Akademi Desa 4.0 antara jajaran Kementerian Desa PDTT dan Universitas Terbuka (UT).

Pertemuan yang dipimpin Ketua Tim Kemendes PDTT Prof Dr Haryono Suyono itu berlangsung di Jakarta, Kamis (6/12/2018). Dihadiri Dekan Fisipol UT Sofjan Aripin, serta staf senior lainnya, serta Direktur Pusat Pendidikan Helmiyati.

Rapat menyepakati bahwa penyediaan pelayanan pendidikan dan penyiapan tenaga pelayanan kesehatan, dapat mempercepat usaha penyediaan guru atau pengganti. Sementara,  guru dengan latar belakang pendidikan yang memadai, harus menjadi prioritas yang utama.

"Begitu juga dengan pendidikan tenaga kesehatan," ujar Haryono. Agar informasi hidup sehat dan pelayanan kesehatan di desa tertinggal, segera dapat dipernuhi dengan tenaga terlatih yang memadai.

Disepakati bahwa penyediaan bahan ajar dan kesempatan mengikuti pendidikan on line melalui Universitas Terbuka segera dibuka. Bahkan, disepakati bahwa penyediaan bahan ajar akan di lakukan dengan cepat.

Sehingga, pada saat matahari terbit  1 Januari 2019 mendatang,  pendaftaran dari tenaga-tenaga untuk pelatihan melalui Universitas Terbuka sudah dibuka. Tenaga yang perlu mengikuti pelatihan dari desa tertinggal sudah segera bisa menghikuti pelatihan tersebut.

Berkenaan dengan fasilitas internet atau fasilitas sambungan maya, dikatakan Haryono, kalau Dirjen Samsul Widoso menjanjikan,  fasilitas internet  di desa tertinggal mendapat perhatian. Sehingga, kesempatan belajar di desa tertinggal akan menjadi lebih lancar dan mendapat bantuan dari Kemendes PDTT.

Kesempatan untuk desa lainnya pada awal tahun 2019 sudah akan dibuka. Pada awal tahun 2019 nanti pengembangan Akademi Desa melalui system on line pada jalur Universitas Terbuka akan bisa dimulai di seluruh Indonesia. Haryono menmbahkan bahwa dari kalangan perguruan tinggti anggota Pertides disepakati, mahasiswa dapat mengadakan pertemuan pada Perguruan Tinggi terdekat.

Atau, melalui pertemuan di Kantor-kantor Penyuluhan KB yang terdapat di setiap kecamatan. Sebagai realtisasi kerja sama antara Kemendterian Desa PDTT dan BKKBN. Dari kesepakatan itu diharapkan pada awal 2019 nanti kegiatan Akademi Desa 4.0 melalui system on line, yang dikembangkan oleh Universtitas Terbuka juga akan difasilitasi oleh Perpustakaan Nasional. Dengan digitallisasi bahan-bahan bacaan yang tersedia melalui Jaringan Perpustakaan Nasional secara terbuka.

Editor : B Sadono Priyo