logo

Stok Beras Di Bulog Jateng Aman Untuk 14 Bulan Mendatang

Stok Beras Di Bulog Jateng Aman Untuk 14 Bulan Mendatang

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perhubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana dalam Rapat Koordinasi Daerah tentang Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga
06 Desember 2018 16:12 WIB

Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Kepala Perum Bulog Drive Jawa Tengah, M Sugit Tedjo Mulyono, memastikan stok beras untuk wilayah Jawa Tengah aman hingga 14 bulan ke depan. Stok beras di Bulog Drive Jateng sampai saat ini sekitar 200 ribu ton yang terdiri dari beras komersil dan cadangan beras pemerintah (CBP).

Hal ini dikatakan Sugit, dalam Rapat Koordinasi Daerah tentang Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru, di Gedung Tawangarum Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2018).

"Untuk persediaan komoditas lain juga aman untuk 12 bulan mendatang. Gula mencapai lebih dari 15 ribu ton, begitu juga dengan bawang merah, gabah, telur, minyak goreng dan tepung," jelas Sugit.

Bulog juga menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi kebutuhan pokok. Diantaranya melalui pengadaan beras dan gabah dari petani, pengadaan pangan pokok lainnya, melakukan operasi pasar CBP maupun pasar murah serta melalui program Bansos Rastra (bantuan sosial beras sejahtera).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perhubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana, dalam Rakor tersebut mengatakan pentingnya koordinasi antar daerah dan lembaga untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilisasi harga.

"Rakor seperti ini sangat efektif untuk menjalankan program dari menteri perdagangan. Semua pejabat eselon I dikerahkan ke daerah, ini strategi dari kementerian perdagangan untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," paparnya.

Pejabat di lingkungan Kemendag yang biasanya konsentrasi pada perdagangan luar negeri dan ekspor, saat ini dikerahkan untuk menjaga stabilisasi harga dan stok pangan menjelang Natal dan tahun baru.

"Permintaan kebutuhan pokok juga akan meningkat menjelang Pemilu. Untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga butuh koordinasi dari stakeholder," kata Eva.

Eva Yuliana juga mengatakan sistem kontrol harga dan produksi kebutuhan pokok di Jawa Tengah melalui SiHati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi) perlu dicontoh daerah lain. Melalui aplikasi tersebut akan terlihat daerah mana yang mengalami surplus dan kekurangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Jawa Tengah, M Arif Sambodo, menambahkan pengendalian inflasi di Jawa Tengah dari tahun ke tahun akan ditingkatkan.

"Pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah dilakukan di enam daerah yakni Semarang, Surakarta, Tegal, Kudus, Purwokerto dan Cilacap. Keenam wilayah tersebut harus berkoordinasi untuk menjaga inflasi," ujarnya.

Lima komoditas penyumbang inflasi di Jawa Tengah adalah beras, bawang merah, bensin, telur ayam ras dan angkutan udara. Untuk inflasi bulan November 2018 di Jawa Tengah mencapai 0,24 persen.

Rakor tersebut juga dihadiri Satgas Pangan Polda Jawa Tengah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo, serta perwakilan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. ***

Editor : Yon Parjiyono