logo

Jeera Coffee,'Kopi Napi' Favorit Peserta Rakernas

Jeera Coffee,'Kopi Napi' Favorit Peserta Rakernas

28 November 2018 18:42 WIB

Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - Butiran keringat terlihat di dahi Galih, 23 tahun. Meski begitu, tangannya tetap cekatan menyiapkan gelas, memasukkan bubuk kopi ke portafilter, menekan perlahan, lalu memasukkan portafilter ke mesin kopi. 

Beberapa detik kemudian kopi espresso hasil ekstraksi mengalir ke gelas yang sudah disiapkan.

Begitulah aktivitas Galih membantu Brel, sang barista, selama pelaksanaan Rakernas Kejaksaan RI di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, 26-30 November 2018. 

Aktivitas mereka berdua kian meningkat di saat jeda sidang. Tak pelak, Jeera Coffee adalah merupakan stan terfavorit di arena Rakernas Kejaksaan. Tak jarang terlihat antrean panjang para peserta Rakernas yang hendak mencicipi espresso, americano, cappucino, hingga coffee latte.

Nama Jeera merupakan bentuk slang dari kata "jera". Bisa juga dimaknai sebagai singkatan dari "penjara".

Meskipun mengaku lelah, Galih bersyukur dia bisa merasakan naik pesawat ke Bali dan melayani para peserta Rakernas. 

"Saya napi narkoba, Mas. Divonis empat tahun dan sudah menjalani dua tahun sembilan bulan. Sekarang saya masuk tahap PB (pembebasan bersyarat)," ujar Galih kepada Suarakarya.id sambil terus melayani pelanggan.

Galih, warga binaan di LP Cipinang, lulusan Batch (angkatan) ke-8 pelatihan barista (penyaji kopi) di LP Cipinang. Hingga kini, pelatihan barista kopi di LP Cipinang sudah menghasilkan 10 angkatan. Setiap angkatan diikuti 15-20 warga binaan 

Jeera Coffee adalah salah satu dari beberapa pelatihan yang diselenggarakan Jeera Fondation, sebuah yayasan yang menciptakan peluang kedua bagi para warga binaan. Selain kopi, ada pula Jeera Leather yang memproduksi kerajinan dari kulit hasil karya warga binaan. 

Bekerja sama dengan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta dan KNPI DKI Jakarta, Jeera Foundation melatih warga binaan agar mendapatkan 'kesempatan kedua'. Mereka menjembatani para warga binaan sebelum kembali berbaur dengan masyarakat umum.

Brel--barista dari Jeera Foundation yang membimbing Galih dan warga binaan lain, mengungkapkan, tidak semua napi bisa ikut pelatihan barista.

"Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan, salah satunya attitude," ujar Brel. Ini tak lepas dari filosofi para warga binaan yang mengusung tagar #MauBerubah ini.

Jeera Coffee, kata Brel, beroperasi di even-even yang digelar oleh berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kemenkumham, Kemendag, dan Kemenperin.

"Khusus di Kemenkumham, Jeera Coffe berpartisipasi di setiap even yang diadakan karena kami adalah binaan kementerian," jelas Brel.

Sedangkan untuk kedai permanen, Jeera Coffe membuka di dua lokasi, yakni di LP Cipinang dan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. 

"Setelah keluar dari LP, eks napi yang sudah terampil menjadi barista bekerja dulu dia dua kedai kopi itu sebagai pembiasaan untuk melayani pembeli. Biasanya dari situ mereka dapat sertifikat dan bisa bergabung dengan kedai kopi yang sekarang semakin menjamur," papar Brel.

Di arena Rakernas Kejaksaan, kehadiran Jeera Coffee diinisiasi oleh Kajari Jakarta Timur, Teuku Rahman.

"Kami kontak melalui surat resmi ke Ditjen Pemasyarakatan untuk kerjasama ini," kata Teuku yang juga panitia Rakernas Kejaksaan 2018.

Dalam kontrak dengan panitia Rakernas, pihak Jeera Coffe menyediakan 200 cup kopi per hari. 

Kenyataan, Brel mengaku selama tiga hari Rakernas pihaknya menghabiskan lebih dari 300 cup kopi per hari. "Panitia akan membayar kelebihan di luar kontrak," imbuh Teuku.

Ditanya alasannya menghadirkan kopi di arena Rakernas, Teuku mengungkapkan, kopi yang disuguhkan bukan sekadar minuman penghangat. Lebih dari itu, "kopi dapat membangkitkan suasana kebersamaan," sahut Teuku sembari tersenyum.

Tapi yang terpenting, kehadiran Jeera Coffee merupakan wujud sinergisitas dan kerjasama antara Kejari Jakarta Timur dengan LP Cipinang. 

"Kejaksaan mau menunjukkan bahwa lembaga ini tidak hanya bergerak di penuntutan semata, tetapi juga bisa saling bekerjasama dengan institusi lainnya," tutup Teuku Rahman. (Jimmy Radjah)

Editor : Gungde Ariwangsa SH