logo

Pelantun Lagu Pesona Indonesia Ini Benar-Benar Bikin Bangga

Pelantun Lagu Pesona Indonesia Ini Benar-Benar Bikin Bangga

28 November 2018 17:47 WIB

Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Pelantun lagu Pesona Indonesia, Sri Rossa Roslaina Handiyani alias Rossa, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini Rossa menyabet penghargaan The Best Indonesia Artist dari Big Apple Music Award (BAMA) 2018. Penghargaan diberikan di Dolby Theater Hollywood, Amerika Serikat, 23 November lalu.

Pesona Indonesia adalah brand milik Kementerian Pariwisata. Brand ini juga kerap dibawa Kementerian Pariwisata ke luar negeri. Tepatnya dengan nama Wonderful Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata turut bangga dengan keberhasilan Rossa.

“Rossa itu luar biasa. Seorang penyanyi yang sangat profesional dan sarat prestasi. Ia juga turut memiliki andil dalam promosi pariwisata Indonesia. Tepatnya dengan menyanyikan lagu Pesona Indonesia. Lagu yang semakin melekat untuk urusan pariwisata. Asalntahu saja, Rossa tidak meminta bayaran untuk menyanyikan lagu itu,” tutur Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, Senin (26/11). 

Buat Rossa sendiri, penghargaan dari BAMA bukanlah hal baru. Tahun 2017, ia mendapatkan gelar The Best Indonesia Singer. Kala itu BAMA 2017 diberikan di New York, Amerika Serikat.

Rossa juga pernah menyabet penghargaan bergengsi lainnya. Seperti The Best Indonesia Singer 2017 by Wonderful Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.

Kemudian The Best Female Singer Dahsyat Awards 2017, Global Leadership Awards Celebrity of The Year (2017), Insert Fashion Awards 2017 Most Fashionable Woman (2017), The Most Favorite Singer by Insert 14th Anniversary 2017, The Most Inspiring Singer by MNC Lifestyle 7th Anniversary, The Most Consistent Indonesian Female Singer by 17th iRadio (2018), The Best Female Singer by SCTV Music Awards (2018).

Namun, kiprah Rossa tidak hanya disegani di dalam negeri. Di mancanegara penyanyi asal Sumedang ini pun kerap mendapatkan penghargaan. Seperti Winner “Queen of Indonesia Pop” by Asia Pop 40 (2017), Planet Muzik Special Award / Legend Award – Anugerah Planet Muzik (APM 17th 2018), dan masih banyak lagi.


Rossa juga termasuk penyanyi Indonesia yang sangat dikenal di Malaysia. Bahkan, ia menjadi satu-satunya penyanyi asal Indonesia yang mendapat gelar kehormatan Dato dari Pahang. Gelar itu kemudian ditingkat menjadi Dato Sri.

Bukti ketenaran Rossa di Malaysia bisa dilihat dari konser-konsernya yang selalu sold out. Seperti konser CeritaCinta yang digelar tahun 2009 di 7 Town in Indonesia & 1 Kuala Lumpur (Malaysia), kemudian konser Melodi Cinta tahun 2010 di Stadium Putra Bukit Jalil / Axiata Arena Kuala Lumpur. 

Termasuk juga konser Keajaiban Cinta tahun 2015 di Istana Budaya Kuala Lumpur, dan konser Pesona Cinta 2015 di Persada Johor International Convention Centre, Malaysia.

Tidak hanya di Malaysia, konser Rossa di Singapura selalu sold out. Seperti konser Harmoni Cinta tahun 2011 di Esplanade – Singapura, dan The Journey of 21 Dazzling Years tahun 2017 di tempat yang sama.

Deretan prestasi yang diraih Rossa, tidak lepas dari deretan lagunya yang menjadi hits. Dimulai dengan lagi ‘Nada-nada Cinta’ tahun 1996, nama Rossa mulai dikenal di Tanah Air. 

Namun, kariernya melesat saat lagu Tegar dirilis tahun 1999. Album ini meraih 4x Platinum Award. Belum lagi lagu ‘Ayat-ayat Cinta’ yang sangat sukses dipasaran.

Kesuksesan ini turut membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya bangga. Menurutnya, Rossa adalah sosok profesional.

“Rossa sosok yang luar biasa. Dan ia membuktikan kecintaannya dengan Indonesia. Khususnya dengan pariwisata Indonesia. Ia ingin berbuat sesuatu untuk negara. Itulah yang membuatnya bersedia menyanyikan lagu Pesona Indonesia tanpa meminta bayaran,” papar Arief. 

Menurutnya, dengan segudang prestasi yang diraih Rossa di dalam dan luar negeri, Indonesia sudah pasti bangga. “Sukses terus buat Rossa. Teruslah berkarya dan membawa nama baik Indonesia di mancanegara,” kata Menteri asal Banyuwangi itu.

Editor : Gungde Ariwangsa SH