logo

Pergelaran Drama Kolosal Surabaya Membara Renggut Tiga Nyawa

Pergelaran Drama Kolosal Surabaya Membara Renggut Tiga Nyawa

Istimewa
09 November 2018 22:22 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Pergelaran Drama Kolosal Surabaya Membara dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Jalan Pahlawan Surabaya, Jum'at (9/11/2018) malam, menelan korban. Tiga orang tewas dan belasan lainnya terluka karena terjatuh dari viaduk setinggi sekitar 5 meter yang membentang di atas Jalan Pahlawan Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan yang melihat loasi kejadian mengaku akan melakukan pendalaman untuk memastikan kronologis kejadian tersebut. "Ada orang yang melihat di jalur kereta api, kemudian ada kereta arah mau ke barat melintas," ujarnya.

Kronologis kejadian bermula saat puluhan massa itu pilih menyaksikan pagelaran dari viaduk yang ada jalur keretanya. Saat mereka sedang duduk santai bersama ratusan orang lainnya, mendadak datang Kereta Api (KA) KRD rute Sidoarjo-Bojonegoro dari arah timur ke barat.

Massa yang ada di atas viaduk itu panik. Sebagian ada yang tertabrak kereta api yang melaju pelan itu, dan sisanya jatuh terhempas ke trotoar hingga jalan beraspal yang ada di bawahnya.

Data sementara menyebut ada 11 orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Selain tiga korban tewas, sisanya mengalami cidera berat dan ringan akibat terjatuh dari viaduk.

Oleh aparat, seluruh korban yang terluka dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sedangkan korban tewas dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya.

Sementara, musibah itu sendiri tak membuat kegiatan malam ini dihentikan. Pihak panitia tetap melanjutkan cara Surabaya Membara yang sudah dimulai sejak pukul 19.30 WIB tersebut.

Drama kolosal Surabaya Membara itu ditampilkan di sepanjang Jalan Pahlawan, Surabaya.
Lokasi tepat berada di depan Kantor Gubernur Jawa Timur dan sisi Barat Tugu Pahlawan.

Surabaya Membara yang mengusik perhatian ribuan warga Surabaya dan turis itu menampilkan drama kolosal perlawanan Arek-Arek Suroboyo terhadap para penjajah. Drama ini melibatkan masyarakat sekitar yang berdandan ala zaman dulu.

Pada pukul 21.00 WIB, pagelaran drama kolosal Surabaya Membara telah selesai. Acara ditutup dengan sambutan dan doa oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur terpilih.***

 

Editor : Laksito Adi Darmono