logo

JPU Kejaksaan Tinggi Maluku Nyatakan Naik Banding Atas Putusan PN Ambon

JPU Kejaksaan Tinggi Maluku Nyatakan Naik Banding Atas Putusan PN Ambon

09 November 2018 21:22 WIB

Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku Awaludin menyatakan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon vonis 1,5 tahun penjara kepada Karyadi, oknum polisi terlibat kasus tindak pidana narkotika dan obat-obat terlarang.

"Memori bandingnya telah diserahkan kepada panitera Pengadilan Negeri Ambon untuk diteruskan ke Pengadilan Tinggi," kata Awaludin, di Ambon, Kamis (9/11/2018) seperti dilansir Antara.

Upaya banding ini dilakukan jaksa terhadap Karyadi alias Yadi, karena dalam persidangan sebelumnya, majelis hakim diminta menjatuhlam vonis penjara selama empat tahun terhadap terdakwa.

Namun putusan majelis hakim hanya selama satu tahun dan enam bulan penjara, denda Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Kalau putusan penjaranya dua pertiga dari tuntuan yang diajukan tidak ada persoalan, tetapi vonis yang dijatuhkan terasa lebih ringan sehingga kami telah mengajukan banding," kata Awaludin.

Pada Senin (17/8) sekitar pukul 10.00 WIT, Yadi bersama saksi Hasbudin Dafrullah alias Budi (terpidana) bertemu di rumahnya di jalan provinsi Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.

Yadi mengajak Budi patungan untuk membeli sabu-sabu dari Akbar (masih buron), salah satu pedagang asongan di Kapal Tidar.

Budi mengiyakan ajakan tersebut, kemudian Yadi menyuruhnya memberikan uang sebesar Rp3 juta, sedangkan Yadi mengeluarkan uangnya Rp1 juta.

Uang yang terkumpul sebanyak Rp4 juta, kemudian Yadi menghubungi Akbar untuk membeli sabu-sabu sebanyak lima paket.

Dalam komunikasinya, Yadi mengatakan kepada Akbar bahwa uang tersebut sudah dititipkan pada Sumirah.

Selain itu, Yadi juga menitipkan uang kepada Sumirah sebesar Rp7 juta untuk ditransfer Sumirah ke nomor rekening Ny Asni pada bagian ekspedisi yang tinggal di Makassar (Sulsel), yaitu Rp3 juta untuk biaya pembelian mebel dari Ny Asni, sedangkan Rp4 juta diserahkan kepada Akbar.

Setelah menerima uang titipan dari Asni, Akbar menelpon Yadi dan mengatakan uang yang sebelumnya dititipkan pada Asni sudah diterima dan Akbar mengatakan tiga hari dia akan datang ke Pulau Buru dengan menggunakan Kapal Pelni dan membawa sabu-sabu tersebut.

Tiga hari kemudian Akbar datang ke Pulau Buru dengan menggunakan Kapal Pelni sambil membawa lima paket sabu-sabu, dan Yadi sedang menunggunya di Pelabuhan Namlea.

Kemudian Yadi mengajak Akbar ke rumahnya lalu dilakukan penyerahan barang lalu menelpon Budi untuk menggunakan sabu-sabu, tetapi mereka langsung diringkus polisi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto