logo

WGM Duel Match 2018, Lawan Bukan dari Eropa Bukan Berarti Lemah

WGM Duel Match 2018, Lawan Bukan dari Eropa Bukan Berarti Lemah

09 November 2018 19:57 WIB

Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengurus  Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) bersama PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk menggelar Festival Catur Japfa 2018 yang bakal berlangsung di Wisma Karsa Kemenpora, 13 -  17 November memdatang. Dalam event yang terbuka untuk umum ini juga akan ditampilkan partai utama WGM Duel Match 2018 antara WGM Medina Warda Aulia menghadapi pecatur Filipina, WGM Jannelle Mae Frayna. 

Saat ini, Medina Wardah Aulia memiliki elo rating 2.404, sedangkan lawannya Jannelle 2.325.
Di atas kertas melihat rating, pecatur tuan rumah Medina lebih tinggi ketimbang lawannya. Namun  Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, mengatakan duel dipastikan berlangsung seru karena akan memainkan  tarung  5 babak.

"Dwi tarung ini tujuannya memberikan kesempatan Medina agar memiliki banyak jam terbang dalam pengumpulan elo rating. Kita berharap Medina bisa memenangkan duel meet tersebut," kata Utut Adianto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/11).

Utut membantah jika pemilihan lawan tanding untuk Medina hanya sekadar mencari kemenangan. Maklum pecatur tamu yang dihadirkan saat ini memiliki elo rating lebih rendah dari Medina dan bukan dari Eropa, seperti sebelum-sebelumnya.

"Kali ini kita datangkan dari Asia Tenggara untuk memetakan sebenarnya kekuatan kita di kawasan Asia Tenggara itu seperti apa. Jadi kita juga tidak boleh percaya diri berlebihan. Pecatur asal Filipina ini juga merupakan pecatur yang bagus. Saya yakin nanti tetap bakal imbang. Kami tetap melihat kualitas," ujar Utut.

Utut memastikan meski lawan bukan dari Eropa, namun bukan berarti Medina bakal menang mudah.

Menurut Utut, laga ini juga dimaksudkan bagian dari lobi PB Percasi  agar catur dipertandingkan dalam SEA Games Filipina 2019 mendatang. "Ya, saya berharap agar negara lainnya ikut mendukung catur dipertandingkan. Saat ini, sudah empat negara yang mendukung yakni, tuan rumah Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Myanmar. Kami,masih akan mencoba melobi negara lainnya seperti Timor Leste agar ikut mendukung. Maksimal lima negara yang menjadi peserta baru bisa dipertandingkan di SEA Games Filipina 2019," jelas Utut.
Dalam turnamen yang bertotal hadiah 1600 dollar AS itu, juga akan mempertandingkan  11 nomor untuk para pecatur lokal. "Kerja sama antara Japfa dan Percasi memang sudah berjalan selama 11 tahun. Komitmen Japfa bagi dunia catur Indonesia sangat besar. Makanya, kami ingin mengusulkan kepada pemerintah agar Japfa mendapat penghargaan sebagai sponsor setia olahraga catur di tanah-air," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Japfa, Agus Mulyono mengatakan, pihaknya memang ingin membantu pembinaan olahraga catur Indonesia terutama dalam upaya melahirkan bibit-bibit pecatur andal yang mampu berprestasi di kancah internasional.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto