logo

Kementan Kaji Papua Bebas Rabies

Kementan Kaji Papua Bebas Rabies

Ilustrasi vaksinasi rabies. (Ist)
09 November 2018 17:23 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementan bersama Tim Komisi Ahli Keswan saat ini sedang mengkaji upaya Pemerintah Provinsi Papua dalam melakukan pencegahan penyakit rabies. 

Kajian tersebut akan menjadi dasar Menteri Pertanian dalam mengeluarkan keputusan daerah bebas penyakit yang kerap disebut anjing gila..

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengatakan, untuk menentukan suatu daerah dinyatakan bebas penyakit rabies harus didasarkan kajian dan analisis Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner. “Tim ini yang akan menentukan dan menilai langkah-langkah teknis dinas peternakan dan Kesehatan Propinsi, Balai Veteriner dan balai karantina pertanian dalam pencegahan dan penanganan rabies,” katanya Jumat (9/11/2018), di Jakarta.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Papua, Petrus Masereng mengatakan, berdasarkan catatan, tidak ada kasus rabies yang dilaporkan saat ini. Menurutnya, Pemerintah Daerah aktif merencanakan langkah antisipasi penyakit tersebut, di antaranya pengawasan lalu lintas Hewan Pembawa Rabies (HPR) di pintu masuk wilayah baik pelabuhan dan bandara bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian. Hal ini diperkuat dengan adanya Perda No. 4 Tahun 2006 tentang Larangan Masuknya Hewan Penular Rabies ke Wilayah Provinsi Papua.

Kedua, surveilans dilakukan oleh Balai Besar Veteriner (BBVET) Maros Sulawesi Selatan secara terencana dan periodik di wilayah risiko tinggi rabies. Ketiga, vaksinasi dilakukan di daerah berisiko tinggi untuk meningkatkan kekebalan baik pada anjing maupun kucing. Keempat, melakukan manajemen populasi pada HPR. Terakhir, melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), kepada masyarakat serta advokasi kepada unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) baik kabupaten/kota.

“Masyarakat berperan aktif. Mereka mampu mengendalikan dan mengawasi pergerakan HPR seperti anjing dan lainnya. Kami pasti akan selalu berkomunikasi dengan mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan,” ungkapnya. ***