logo

Satgas Kemendes Minta APIP Audit Khusus BUMDes Mart Tambun

Satgas Kemendes Minta APIP Audit Khusus BUMDes Mart Tambun

Tidak Beroperasi: Satgas Dana Desa Kemendes yang didampingi Kades Tambun Jaut Sarja Winata tengah meninjau BUMDes Mart Tambun, di Jalan Hasanudin, Kecamtan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. (dok/suarakarya.id)
08 November 2018 18:50 WIB

Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - BEKASI: Satgas Dana Desa (DD) Kemendes meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan audit khusus terkait pengelolaan BUMDes Mart Tambun, di Jalan Raya Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan.

"Dalam waktu dekat, APIP akan audit khusus BUMDes Mart Tambun," kata Ketua Tim Satgas Dana Desa Kemendes, M Ma'rroef Irfhany saat dihubungi suarakarya.id, Kamis (8/11/2018).

Tim Satgas Kemendes telah menemukan adanya indikasi penyalahgunaan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mart yang dikelola oleh Desa Tambun. Penyertaan modalnya berkisar Rp300 juta di Tahun Anggaran 2017. Akibat itu, Satgas Kemendes menilai ada potensi untuk di audit.

Adapun indikasi temuan penggunaan dana desa itu diantaranya, tidak ada perencanaan atau bisnis plant yang matang seperti nilai proyek bangunan (Ruko) dan modal usaha.

Hingga saat ini, BUMDes Mart Tambun tidak ada aktifitas yang dilakukan selama 4 bulan terkahir.

Ma'rroef mengatakan, APIP merupakan institusi yang bertugas mengaudit penggunaan dana desa. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Memorandum of Undestanding (MoU) atau Nota Kesepakatan antara Kemendes dengan Polri.

"Jika APIP sudah melakukan audit khusus, Satgas Kemendes akan menerima Laporan Hasil Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP)," jelasnya.

Ia menambahkan, pelanggaran lainnya sudah ditindaklanjuti oleh Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata, berdasarkan penyampai hasil temuan dan rekomendasi serta langkah-langkah Satgas Kemendes pasca audit berbasis laporan masyarakat.

"Selama 14 hari sudah ditindaklanjuti sesuai komitmen kepala desa seperti pemasangan Baleho dan prasasti di 15 titik pengerjaan proyek infrastruktur," katanya.

Sebelumnya, pemeriksaan Satgas Dana Desa Kemendes hasil dari pengaduan masyarakat, diantaranya;

1. Masyarakat Desa Tambun meminta agar Tim Satgas Dana Desa turun ke desa dikarenakan masyarakat desa tidak merasakan adanya pembangunan di desa mereka yang berasal dari dana desa.

2. Masyarakat merasa tidak dilibatkan dan tidak adanya transfaran dalam penggunaan ADD/DD di desa.

3. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Desa Tambun tidak ada aktifitasnyang dilakukan.

Atas dasar pengaduan itu, kemudian Tim Satgas Dana Desa melakukan Monev TA 2017-2018 dalam rangka menjawab pengaduan tersebut.

Editor : Silli Melanovi