logo

Jateng Pacu Kemandirian Keuangan Daerah

 Jateng Pacu Kemandirian Keuangan Daerah

Wagub Jateng Gus Yasin
08 November 2018 17:08 WIB

Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pemprov Jawa Tengah mengungkapkan, pendapatan hingga September 2018 mencapai Rp18,509 triliun. Capaian ini setara 75,82% dari target APBD Induk yang ditetapkan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menilai realisasi pendapatan tersebut cukup baik, namun kemandirian keuangan daerah harus terus dipacu. Berbagai upaya kreatif mesti diimplementasikan untuk mencapai target pendapatan dan mendorong kemandirian keuangan.

“Yang penting, bagaimana kita dapat menuju kemandirian keuangan daerah. Tahun ini kemandirian kita mencapai 53,23% dan tahun depan targetnya 54,27%,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, Rabu (7/11/2018).

Pemprov Jateng, lanjutnya, harus berusaha mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat ke daerah dalam bentuk dana perimbangan. Ada banyak sektor yang dapat dioptimalkan, seperti intensifikasi pajak daerah atau retribusi daerah, optimalisasi pendapatan daerah melalui pinjaman berupa penerbitan obligasi.

Selain itu, juga optimalisasi pemanfaatan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan melalui kerja sama pemda dengan pihak ketiga, maupun optimalisasi kekayaan daerah yang dipisahkan melalui penyertaan modal/investasi ke BUMD.

“Ke depan, kita punya proyeksi pendapatan yang akan selalu meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Proyeksi tahun 2019 sebesar Rp25,291 miliar tahun 2020 sebesar Rp26,181 miliar tahun 2021 sebesar Rp27,263 miliar, tahun 2022 sebesar Rp28,484 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp29,867 miliar,” tuturnya.***

Editor : Yon Parjiyono