logo

Tasikmalaya Dilanda Banjir, 4 Orang Tewas Dan 2 Dalam Pencarian

Tasikmalaya Dilanda Banjir, 4 Orang Tewas Dan 2 Dalam Pencarian

Banjir disertai longsor yang terjadi di sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menyebabkan 4 orang meninggal dan 2 hilang, Selasa (6/11/2018) (BNPB)
06 November 2018 23:25 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - TASIKMALAYA: Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat menyatakan, empat orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dua orang masih dalam pencarian akibat bencana banjir di wilayah pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).

"Total empat orang meninggal dunia, dua orang dalam pencarian," kata Juru Bicara Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor saat dihubungi melalui telepon seluler.

Ia menuturkan, hasil laporan operasi penanganan korban banjir di Tasikmalaya terdapat tiga kecamatan yakni Culamega, Cipatujah dan Cikalong yang terdampak banjir tersebut.

Selain menerjang pemukiman warga, kata dia, ada enam orang yang dilaporkan terbawa arus banjir, namun yang berhasil ditemukan baru empat orang dan dalam keadaan meninggal.

Ia menyebutkan, data korban banjir yang ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Culamega yakni seorang anak perempuan Elsa, kemudian laki-laki Mardin (60) dan yang masih dalam pencarian seorang perempuan Aning (50).

Selanjutnya korban di Kecamatan Cipatujah dua orang telah berhasil dievakuasi, namun sementara identitas korban meninggal itu belum dapat diketahui.

"Di Kecamatan Cikalong Fajar Fian laki-laki 10 tahun masih dalam pencarian," katanya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah selatan Tasikmalaya, Senin (5/11) hingga Selasa, menyebabkan banjir dan air sungai meluap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tasikmalaya, sukarelawan dan Basarnas sudah diterjunkan untuk membantu para korban bencana.  

Foto: Jembatan Pasanggrahan di jalur selatan Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Garut roboh akibat diterjang luapan sungai (6/11/2018) (BNPB)

                Jembatan Roboh

Jembatan Pasanggrahan di jalur selatan Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Garut roboh akibat diterjang luapan air sungai yang bahkan telah membanjiri permukiman penduduk di wilayah selatan Tasikmalaya, Selasa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Ria Supriana mengatakan, saat ini jembatan besar tersebut berbahaya untuk dilintasi kendaraan.

"Jembatan ini berada di jalan nasional yang menghubungkan Tasikmalaya dengan Garut," katanya.

Ia menuturkan, peristiwa itu bermula ketika wilayah selatan Tasikmalaya diguyur hujan sejak Senin (5/11) petang hingga Selasa membuat air sungai meluap lalu merobohkan Jembatan Pasanggrahan.

Akibat jembatan ambruk, kata dia, aktivitas masyarakat sementara terganggu karena tidak dapat melewati jembatan penghubung Garut-Tasikmalaya itu.

"Otomatis karena jembatannya ambruk melumpuhkan akses di jalur tersebut," katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya merobohkan jembatan, hujan deras mengguyur wilayah itu menyebabkan banjir di tiga kecamatan wilayah selatan Tasikmalaya.

"Sejumlah kecamatan banjir seperti di Karangnunggal, Culamega dan Cipatujah," katanya.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama sukarelawan telah terjun ke lapangan untuk menanggulangi daerah terdampak banjir tersebut.

Selain itu, tim Basarnas Tasikmalaya telah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir.***