logo

Program Kampung Pintar Desa Sambak Lahirkan Wirausaha Sukses

Program Kampung Pintar Desa Sambak Lahirkan Wirausaha Sukses

21 Oktober 2018 08:05 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Haryono Suyono

Dewasa ini dunia dewasa era industri generasi baru, yaitu ukuran kecil tidak perusahaan. Namun, kecerdasan dan kelincahan usaha menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Seperti halnya era era industri, pertama, dengan kegiatan industri, yang dilewatkan dengan sistem manual yaitu kombinasi yang kreatif dan tangan-tangan manusia yang kemudian digantikan oleh mesin.

Tahapan kedua menjadi lebih maju berkat tenaga listrik, manusia-manusia dalam berbagai unit industri digantikan oleh mesin yang bekerja dengan tenaga listrik. Kecepatan dan kecermatan industri dengan produksi manufaktur, yang menghasilkan produk yang berkualitas dan besar dibandingkan dengan luar biasa.

Negara-negara yang memiliki industri "modern" dalam jaman itu maju pesat. Mereka memperluas industri dan berbagai negara di dunia, karena melimpahnya produksi selalu melebihi jumlah pasar. Produksi yang besar dapat dilipatkan dengan mudah asal memiliki modal dan tenaga ahli, dan itu membutuhkan jaringan pasar yang sangat luas.

Tahap kedua ini menghasilkan negara-negara maju dan besar di dunia dan juga menyisakan negara-negara berkembang biarpun jumlah penduduknya besar. Negara kaya semakin kaya dan miskin karena tergantung pada penggunaan tehnologi yang maju dengan tenaga manusia yang lamban dan nilai produktifitas rendah. Jaman ini berlangsung cukup lama, menghasilkan negara-negara maju dengan "kekuatan ekonomi yang dominan".

Kemudian disusul era industri 3.0 dengan internet digital dan internet yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi di dunia. Manusia dan industri yang bergerak di bidang mesin dan mesin-mesin yang biasa digunakan dengan sistem komunikasi digital dan komunikasi internet. Suatu hal yang tidak perlu jalan atau trek fisik karena kecepatan jalur maya yang bisa menembus apa saja di dunia.

Belum suka lama kita menjalankan tehnologi ini, kita mendorong era industri 4.0 dimana terjadi erupsi yang luar biasa dari penggunaan sistem digital dan jaringan internet dengan semua perangkat yang serba otomatis. Sistem era industri 4.0 ini segera melanda dunia maju dan dengan segera berakibat hampir fatal dan kadang-kadang untuk orang awam keladaran lucu.

Ada ada ada sosok orang orang orang orang orang Hary Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola Hary Hary Hary Hary Hary Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program Program berhasil mengembangkan potensi Desa.

Program ini secara sederhana lahir lahir era industri 4.0 untuk daerah pedesaan. Karena kegiatan Desa Sambak layak mendapat predikat Kampung Pintar. Desa yang terletak di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang ini banyak melahirkan dan mengembangkan usaha yang berkembang menjadi desa-desa unggulan. Beragam kudapan dan makanan ringan produksi desa Sambak menembus pasar ritel modern maupun pasar online di luar desanya bahkan ke kota-kota besar lainnya.

Mula-mula istilah Kampung Pintar digunakan oleh sekelompok pemuda Desa Sambak yang berpikiran maju memanfaatkan perkembangan teknologi informasi internet secara produktif. Pelopornya adalah Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM). Sejak tahun 2012, akses internet yang diberi nama RT/RW Net itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, kadang awalnya untuk hiburan atau iseng-iseng mengisi waktu luang berkreasi.

Melalui pemanfaatan RT/RW Net, warga Desa Sambak menikmati akses internet dengan mudah dan murah tanpa jauh-jauh pergi ke warung internet (warnet) yang berjarak sekitar 3,5 kilometeratau atau lebih dari Desa. Pendudk menggunakan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan nirkabel warga menikmati akses internet dari rumah masing-masing. Pembangunan koneksi jaringan internet di Desa Sambak tidak mudah karena letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak rata. Berkat teknologi wifi dalam radius 50-400 meter warga dapat menggunakan laptop sehingga warga yang berpikiran maju menerima akses internet gratis.

Fasilitas ini dimanfaatkan oleh pelajar, pemerintah desa setempat, petani, pedagang atau mereka yang membutuhkan akses internet untuk mendapatkan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan. Keberadaan internet memicu pemuda untuk memanfaatkannya sebagai media pemasaran dan promosi. Salah satu pengguna yaitu Sutelo Rich Taste, suatu merek dagang warga Desa Sambak yang mengembangkan produk makanan ringan berbahan baku ketela dan pisang.

Sutelo memproduksi aneka kudapan dengan kombinasi berbagai bahan lain, seperti batagor instan, balung kuwuk, keripik tahu, kopi, dan kue. Dengan menggunakan internet, merek Sutelo mudah ditemui di retail-retail modern di daerah perkotaan. Kunci kesuksesan bisnis Sutelo berada pada energi kreatif anak muda yang mengemas dan mencitrakan produk kampung sebagai makanan modern yang lezat dan praktis.

Kemasan produk Sutelo dibuat sangat ciamik dan artistik sehingga tidak kalah dengan produk-produk pabrikan. Pemiliknya mendapat dukungan dari Program Kampung Pintar yang melahirkan warga yang mampu menghasilkan desain produk dan logo. Desa Sambak dan Program Kampung Pintar merupakan contoh praktik inovasi modern pada era indusri 4.0 untuk daerah pedesaan. Praktik baik yang dilakukan Desa Sambak dapat diduplikasi oleh desa-desa lain guna mempercepat proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui Bumdes atau kegiatan usaha industri dengan pemasaran dalam jangkauan yang luas dan menguntungkan. Bahan baku dan seluruh tenaga dapat diambil dari desa sehingga anak muda tidak perlu meninggalkan desa, memanfaatkan era industri 4.0 untuk maju dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya.

(Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT dan Transmigrasi).

Editor : Markon Piliang