logo

Persoalan Kependudukan Di Indonesia Sangat Kompleks Dan Multidimensional

Persoalan Kependudukan Di Indonesia Sangat Kompleks Dan Multidimensional

Sesi pres conference BKKBN. (foto, ones)
17 Oktober 2018 18:43 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Persoalan kependudukan berkisar antara dimensi kependudukan, yang menyangkut pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, serta penataan administrasi kependudukan dengan berbagai dinamika pembangunan.

Demikian dikemukakan Plt Kepala BKKBN Sigit Prihutomo dalam sambutannya, yang disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN H Nofrijal SP MA, pada acara pembukaan Laporan Situasi Kependudukan Dunia – State of World Population (SWOP) report tahun 2018, yang berjudul “The Power of Choice: Reproductive Rights and the Demographic Transition” (Kekuatan Pilihan: Hak Reproduksi dan Transisi Demografi), di Jakarta, Rabu (17/10/2018)

Masalah kependudukan yang terkait dinamika pemvangunan, disebutkannya, kemiskinan, pemenuhan kebutuhan pangan, pembukaan lapangan kerja baru, pengendalian dampak lingkungan, kesenjangan sosial, maupun pembangunan demokrasi. Semua itu, lanjutnya, membuat perumusan kebijakan kependudukan dan pembangunan yang efektif, harus berdasarkan hasil analisis atas data yang termutakhir, relevan, akurat, valid, dapat dipertanggungjawabkan.

"Karenanya, atas nama BKKBN, saya menyambut baik diluncurkannya Laporan Situasi Kependudukan Dunia – State of World Population (SWOP) Report tahun 2018," tuturnya.

Dia berharap, laporan itu bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia, terutama BKKBN dalam melaksanakan program KB. Untuk memberikan pilihan atau memenuhi hak-hak reproduksi untuk setiap pasangan dan individu.

"Itu sangat penting dan harus kita lakukan, tentu saja kesemuaannya harus bersandarkan pada norma hukum dan norma sosial yang berlaku di negara kita ini," ungkapnya.

Agar program yang dilaksanakan, tidak hanya mendapatkan legitimasi dari dunia internasional Namun, juga berdasarkan mandat dari negara serta legitimasi dari masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan.

Pada kesempatan itu, Sigit lewat sambutan tertulisnya menyatakan, keberhasilan program KB di masa lampau, telah mengantarkan Indonesia pada apa yang disebut sebagai windows of opportunity (jendela peluang) atau demografi/ momentum. Demografi atau yang sering disebut sebagai bonus demografi.

Sebuah kondisi struktur umur penduduk yang nyaman dan ideal, untuk melaksanakan pembangunan, untuk investasi peningkatan kualitas anak dan persiapan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup lanjut usia di masa depan. Ini mwrupakan jasa dari para wanita dan ibu di Indonesia, yang dengan sukarela mwngikuti program KB.

Untuk itu, kata Sigit, sudah sepatutnya diberikan penghargaan terbesar atas terjadinya situasi tersebut. "Tanpa semua itu tidak mungkin momen ini akan tercipta," ucapnya.

Persoalannya, tantangan pemanfaatan bonus demografi di Indonesia adalah menyangkut waktu terjadinya bonus demografi yang bervariasi. Tidak terjadi secara serempak dan menyeluruh di wilayah Indonesia.

Editor : Silli Melanovi