logo

Mangkrak 2 Tahun, Lokomotif Kuno Di Solo Akan Diperbaiki Di Balai Yasa

Mangkrak 2 Tahun, Lokomotif Kuno Di Solo Akan Diperbaiki Di Balai Yasa

Lokomotif kuno yang didatangkan ke Kota Solo akan diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta
12 Oktober 2018 17:02 WIB

Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Lokomotif kereta api (KA) uap kuno yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah akan dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk diperbaiki. Lokomotif kuno tersebut buatan Jerman tahun 1951-1955 yang dulunya disimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Lokomotif kuno yang memiliki panjang 14.135 mm dan lebar 2.642 mm tersebut sejak 2016 berada di Stasiun Purwosari Solo, Jawa Tengah. Kondisinya mangkrak karena tidak bisa difungsikan. Lokomotif tersebut didatangkan ke Kota Solo atas permintaan dari Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo.

"Rencananya Sabtu (13/10/2018) besok akan dibawa ke Balai Yasa untuk diperbaiki. Tetapi kami hanya ketempatan saja karena perbaikan dilakukan oleh petugas dari pusat," jelas Executive Vice President (EVP) Balai Yasa Yogyakarta, Hasyim Suwondo, Jumat (12/10/2018).

Menurut Hasyim, lokomotif kuno tersebut dibawa ke Balai Yasa dari Stasiun Solo Balapan, Solo. Karena lokomotif tersebut merupakan benda heritage maka membutuhkan penanganan khusus.

"Semua dikerjakan dari pusat, karena ini kan benda heritage. Di Balai Yasa kan memiliki peralatan untuk perbaikan kereta termasuk batas pengangkatan yang lebih besar," jelasnya.

Lokomotif kuno buatan Fried Krupp, Jerman tersebut didatangkan ke Solo untuk kereta wisata mendampingi KA Jaladara. Sebelumnya, Kota Solo telah memiliki kereta uap kuno Jaladara yang dioperasionalkan sebagai kereta wisata. Kereta berbahan bakar batu bara tersebut memiliki sejarah karena pernah menarik gerbong yang dinaiki Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta. ***

Editor : Yon Parjiyono