logo

IPW: Usut Dibalik Indonesia Leaks

IPW: Usut Dibalik Indonesia Leaks

Ist
12 Oktober 2018 13:15 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Polri harus agresif dan cepat mengusut siapa di belakang Indonesia Leaks dan apa motivasinya membuka kasus Buku Merah yang sudah tuntas ditangani KPK hingga menimbulkan kegaduhan. Jika Polri bisa agresif dan cepat mengungkap kasus hoax Ratna Sarumpaet tentunya Polri bisa cepat pula mengusut Indonesia Leaks yang terindikasi menyebar hoax.

"Dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW), Indonesia Leaks bisa terkena tuduhan menyebar hoax sebab Ketua KPK Agus Raharjo sudah mengatakan, apa yang diungkapkan Indonesia Leaks tidak benar. Sementara di masyarakat sudah terjadi kegaduhan dan kontroversial." Kata Ketua Persediaan IPW Neta S Panel, Jumat (12/10/2018).

Di sisi lain, siapa pengelola Indonesia Leaks tidak pernah muncul ke permukaan. Bahkan www.indonesialeaks.com tidak menampilkan nama nama pengelola dan hanya menampilkan sejumlah logo media sebagai mitra dan inisiator. Apakah sebuah lembaga yang tidak berani secara jantan menampilkan figur pengelola dan penanggungjawabnya pantas dipercaya? Namun polisi tetap bisa menelusurinya, dengan cara memanggil dan memeriksa figur figur yang logonya terpasang di www.indonesialeaks.com.

Dalam kss Buku Merah yg menyeruak akhir2 ini terlihat sangat sarat dgn permainan manuver politik ketimbang kss hukumnya, mengingat kss hukumnya sudah selesai seperti kata Ketua KPK. Sasaran kss Buku Merah ini jelas dan terang benderang hendak menyasar ke pemerintahan Jokowi, ada pun Kapolri Tito Karnavian hanya sbg sasaran antaranya. IPW melihat ada yg aneh dalam kss Buku Merah ini. Sebab kss daging dgn tsk patrialis Akbar itu sudah lama selesai proses hukumnya di kpk, tapi kenapa baru dimunculkan lagi menjelang pilpres 2019. Ini tak lain karena ada manuver dari pihak tertentu yg tdk suka melihat kedekatan Tito dgn presiden jokowi.

Sebab itu IPW menilai dlm kss Buku Merah ini bola ada di KPK. Lembaga anti rasuha itu harus solid. Jangan mau dipecah dari luar maupun dari para mantan pimpinannya yg pernah berseteru dgn institusi polri. Apalagi ketua KPK agus Raharjo SDH mengatakan dugaan aliran dana ke Tito itu tidak benar. Ketua KPK juga mengatakan, buku catatan yg disebut sbg Buku Merah itu hanya sbg petunjuk yg sdh diklarifikasi ke basuki hariman bhw tidak benar  memberikan uang ke  Tito. Artinya, pernyataan ketua KPK itu merupakan suara resmi KPK. Begitu juga soal perusakan buku sudah dijelaskan ketua KPK bahwa tidak cukup bukti dan sudah dihentikan penyelidikannya. Apakah ketua KPK tidak layak dipercaya? 

Mengingat situasi sekarang ini sudah memasuki tahun politik, IPW berharap Polri dan KPK harus sinergi dan jangan mau diadu domba hingga muncul cicak buaya jilid 3. KPK hrs terus agresif memburu koruptor di tahun politik ini dan polri hrs mampu maksimal menjaga keamanan hingga pilpres 2019. KPK hrs solid dan polri hrs solid agar koruptor bisa disapu bersih dan tidak ikut2an bermanuver mengadu domba kpk dgn polri.

Selain itu yang tak kalah penting, Polri harus mengusut, siapa di belakang Indonesia Leaks dan apa motivasinya menyebar kss Buku Merah. Apa yang dilakukan Indonesia Leaks bisa terkena tuduhan penyebar hoax. Jika Polri bisa cepat mengungkap kss Ratna Sarumpaet, IPW berharap, Polri bisa juga cepat membongkar Indonesia Leaks agar tidak muncul kegaduhan di masyarakat.