logo

Direncanakan 2019, Status STAIN Sorong Ditingkatkan Menjadi IAIN

Direncanakan 2019, Status STAIN Sorong Ditingkatkan Menjadi IAIN

Pembangunan Masjid Baytul Makmur STAIN Sorong
11 Oktober 2018 22:29 WIB

Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Sorong, Dr Hamzah Khaeriyah, mengatakan, menurut rencana, pada  awal 2019, status  perguruan tinggi ini naik menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Berbagai persyaratan sudah terpenuhi. Mulai dari izin Pemda Papua Barat,hingga persyaratan  infrastruktur seperti  Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar, hingga mahasiswa yang telah masuk  syarat pembentukan sebuah institut perguruan tinggi.

“Semua persyaratan  fisik dan non fisik telah dipenuhi. Apakah  lahan , tenaga pengajar mau pun mahasiswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun termasuk dukungan para stakeholders negeri mau pun swasta  di Papua Barat,”kata Dr Hamzah Khaeriyah di Sorong, Kamis (11/10/2018).

Semua ini akan terus berproses, lanjut Hamzah, ketika saatnya sekolah tinggi ini ditingkatkan lagi menjadi UIN maka harapan untuk membangun SDM Papua menjadi kian terbuka.

Ketika IAIN berubah lagi menjadi Universitas Islam  Negeri  (UIN), maka terbuka kesempatan untuk putra-putri Papua mengenyam pendidikan di sini. UIN akan membuka  jurusan pendidikan pertambangan,ilmu fisika,kimia,ilmu komunikasi,ilmu agama Islam dan sebagainya.

“Diharapkan ketika nanti UIN didirikan di Sorong  dan bila dimungkinkan bisa dihadirkan jurusan kedokteran dan Farmasi. Sehingga tidak lagi perguruan tinggi ini hanya didominasi oleh satu kelompok tapi lebih dari itu dapat menampung berbagai suku,agama dan latar belakang untuk mengenyam pendidikan di sini,”kata Hamzah.

Menjawab pertanyaan wartawan, ia, menjelaskan saat ini STAIN Sorong sudah memiliki 8 dosen  berpendidikan doktor  (S3) dan 60-an dosen berijazah Strata dua (S2).

STAIN Sorong memiliki  lahan yang masih luas untuk  ke depan dapat membangun asrama mahasiswa  dan  perumahan dosen. Untuk mendukung perkembangan tersebut kini STAIN Sorong dengan biaya  pribadi (bukan tanggungan negara), mulai membangun sebuah mesjid  yang diberi nama Baytul Makmur.

Pembangunan mesjid tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Guru Besar UIN  Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr H Nur Syam  di Sorong, Kamis (11/10/2018). ***

Editor : Laksito Adi Darmono