logo

Desa Pagarawan Gandeng Tenaga Profesional Kelola Usaha Produktif

Desa Pagarawan Gandeng Tenaga Profesional Kelola Usaha Produktif

Usaha budidaya ikan. (foto,ist)
11 Oktober 2018 09:20 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam upaya mengetahui produk unggulan yang bisa dikembangkan, guna meningkatkan perekonomian desa. Kepala Desa Pagarawan Ahmad Zainudin melakukan blusukan ke dusun-dusun untuk menjaring masukan dari warganya.

Demikian diceritakan Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di Jakarta, Kamis (11/10/2018), berdasarkan laporan anggota tim, Ivanovick Agusta.

Desa Pagarawan terletak di Kecamatan Merawn, Kabupaten Bangka dengan jumlah penduduk 3.917 jiwa. Menurut catatan Ivanovick, penjaringan usulan warga di bidang usaha produksi melalui berbagai cara. Cara pertama dengan menyerap aspirasi masyarakat saat kepala desa blusukan ke dusun-dusun. L

alu dilakukan musyawarah dusun secara maksimal, sampai terserap aspirasi warga. Hal lain yang dilakukan adalah menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan potensi desa.

Secara teknis, mereka melakukan analisis usaha produktif, yang melibatkan kepala dusun dan ketua RT/RW. Dalam musyawarah perencanaan Musyawarah Rencana Pengembangan Desa (Musrenbangdes) terdapat usulan masyarakat yang mencuat.

Agar Pemerintah Desa (Pemdes) mengembangkan tiga usaha produktif, di antaranya usaha pengadaan alat bor, budidaya ikan air tawar, serta budidaya jamur tiram. Melalui cara ini, kata Haryono, mereka mendirikan BUMDes.

BUMDes ini mengelola lima unit usaha, yaitu pembiayaan dan simpan pinjam, pengadaan barang sarana produksi, pengelolaan pasar, jasa pengangkutan sampah, serta penyewaan peralatan pesta. Karena memiliki potensi air yang baik, mereka membudidayakan ikan air tawar. Selain itu, budidaya jamur tiram juga dikembangkan. Usaha lainnya adalah penyewaan alat bor.

Karena BUMDes belum mampu mengelola semua usaha, maka Pemerintah Desa Pagarawan bermitra dengan tenaga profesional, untuk pengelolaan usaha produktif dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Secara tehnis sebelum membuat keputusan, dikembangkan mekanisme pemilihan tenaga professional, dengan menjalin komunikasi bersama masyarakat, kepala dusun, serta ketua RT. Pemdes memetakan tokoh yang mempunyai keahlian di bidang pengembangan potensi sejumlah usaha produktif desa.

Pemerintah Desa kemudian melakukan penunjukan petugas pengelola dan pengurus yang dikukuhkan melalui surat keputusan (SK) kepala desa. Pemdes mengalokasikan dana penyertaan modal awal untuk ketiga usaha tersebut. Dalam menghitung pendapatan, Pemdes dan tenaga profesional membuat kesepakatan sistem bagi hasil.

Pengawasan dan monitoring dilaksanakan dengan cara meminta laporan keuangan per enam bulan. Selain itu, perkembangan usaha didiskusikan dalam musyawarah desa. Hasil yang diperoleh adalah desa menerima pendapatan signifikan dari usaha yang dikembangkan.

Usaha jamur tiram memberi pemasukan Rp 8,7 juta dalam jangka waktu enam bulan. Warga mendapatkan alat bor dengan biaya sewa lebih murah dari harga pasar. Lalu, BUMDes dapat belajar secara langsung perihal pengelolaan dan pengembangan usaha produktif dari tenaga profesional.

Ikhtiar yang dilakukan Desa Pagarawan untuk optimalisasi pengelolaan BUMDes. Ke depan, akan dimusyawarahkan periode waktu, untuk menentukan kapan pengelolaan usaha produktif diserahkan kepada BUMDes.

Editor : Gungde Ariwangsa SH