logo

Heterogenitas Masyarakat Jakarta Tantangan Bagi Ulama Dan Umaro Untuk Jaga Kerukunan Umat

Heterogenitas Masyarakat Jakarta Tantangan Bagi Ulama   Dan Umaro Untuk Jaga Kerukunan Umat

11 Oktober 2018 04:00 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminra) Kota Jakarta Timur Ari Sonjaya mengatakan heterogenitas (keberagaman)  masyarakat Jakarta merupakan tantangan sekaligus potensi bagi umaro dan ulama untuk menjaga kerukunan umat  dan keutuhan bangsa. Karena itu dengan silatarurahmi antara  ulama dan umaro Jakarta Timur diharapkan dapat meningkatkan sinergitas yang telah terbangun untuk mewujudkan Kota Administrasi Jakarta Timur yang kondusif.

Hal ini ditandaskan Asminra Jakarta Timur Ari Sonjaya dalam Silaturahmi Ulama dan Umaro se Jakarta Timur di Ruang Serbaguna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Hadir mendampingi Asminra, Kabag Kesra Jakarta Timur Alawi, Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara, Kasudin Kominfo dan Statistik Kota Jakarta Timur Yuliarto serta para Lurah dan Camat.

Hadir pula KH Muhammad Thamrin, Habib Ahmad Abdullah Alkhaf, Kasat Intel Polres Metro Jakarta Timur Eko Setyarto, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kanwil Jakarta Timur Hairuddin Hasibuan dan Wakil Ketua FKUB Jakarta Timur Echa Abdullah.

Silaturahmi ini  mengusung tema “Melalui momentum silaturahmi Ulama dan Umaro Diharapkan Terwujudnya Sinergitas dan Kondusifitas dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara."

Lebih lanjut Ari mengatakan, silaturahmi ulama dan umaro ini sangat positif untuk  mewujudkan kota Jakarta Timur yang aman dan damai.
"Jika  ulama dan umaro berjalan selaras maka dipastikan dapat mewujudkan sinergitas dan kondusifitas dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Terutama kerukunan antar umat di seluruh wilayah hukum kota Jakarta Timur," kata Ari  Sonjaya.

Lebih lanjut dijelaskan,  pembinaan umat menjadi tantangan tersendiri di era globalisasi. Apalagi, perkembangan dunia teknologi informasi telah  membuat dunia menjadi  semakin tanpa batas. Situasi saat ini sangat memprihatinkan dengan maraknya peredaran permasalahan yang ada. Karena itu  diharapkan para Ulama dan Umaro dapat lebih membimbing para generasi muda terhadap penggunaan teknologi komunikasi.

Namun demikian Ari  mengajak semua pihak  untuk memiliki  kesadaran kolektif  membangun karakter bangsa.

Tokoh Agama KH Muhammad Thamrin dari  Ciracas menambahkan  sinergitas antara ulama dan umaro di lingkungan masyarakat cukup penting untuk menghindari kesenjangan informasi antara jajaran pemerintah, ulama hingga masayarakat.

Dalam kesempatan itu Ari  Sonjaya memberikan santunan kepada 10 anak yatim dan yatim  piatu tiap anak Rp1 juta sehingga santunan yang disalurkan saat itu semuanya berjumlah Rp 10 juta.

Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara menjelaskan dana tersebut hasil pengumpulan zakat infaq dan sedekah (ZIS)  tahun 2017.
Anak anak yatim tersebut  semuanya dari Kelurahan Penggilingan, Kecamatan  Cakung.
Di antaranya Nikeisha Sakhi siswa SDN Penggilingan 03, M Adya Nugraha dari SDN Penggilingan 05 dan Septia Ramadani dari SDN Penggilingan 09.

Menurut Dwi Busara Kelurahan Penggilingan 2 tahun terakhir ini  meraih peringkat tertinggi dalam pengumpulan ZIS.

Lurah Penggilingan Dra Usdiyati sangat terkesan pada acara silaturahmi kali ini. "Memang anak anak yatim itu perlu kita bantu sebagai amal ibadah kita," tuturnya.
Usdiyati mengakui kelurahannya berkali kali meraih pengumpulan ZIS terbanyak untuk tingkat Jakarta Timur. "Itu berkat kesadaran warganya," kata Usdiyati. Di samping  jumlah penduduknya juga  mencapai 105.000 jiwa lebih  dari 18 RW. ***