logo

Gorok Rekan Kerja, Ririn Diamankan Polisi

Gorok Rekan Kerja, Ririn Diamankan Polisi

26 September 2018 19:40 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id - KEDIRI: Seorang pimpinan sebuah perusahaan asuransi nyaris tewas usai digorok dan dipukul dengan palu di bagian kepalanya oleh rekan kerjanya sendiri. Insiden penganiayaan di dalam mobil yang dialami korban Joni Suwono itu, diduga dipicu oleh kasus hutang piutang.

Menurut Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Setyo Budi, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan dan belum bisa memastikan motifnya. "Pelaku dan saksi-saksi masih menjalani pemeriksaan," ujarnya, Rabu (26/9/2018).

Dari insiden tersebut, polisi mengamankan pelaku Ririn yang merupakan staf administrasi di perusahaan tersebut. Sedangkan korban harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri di Pare.

Kronologis kejadian bermula saat korban dan pelaku sedang dalam perjalanan untuk menemui nasabahnya. Di tengah perjalanan, Mobil Daihatsu Xenia warna silver nopol N 1437 BV yang ditumpangi korban dan pelaku, menepi untuk menunggu rekannya yang lain di perempatan Desa Sambirejo.

Tak lama kemudian, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Versi pelaku, Ririn mengaku sedang membela diri karena korban kalap dan hendak menusuknya menggunakan pisau.

Beruntung pisau itu berhasil ditepis dan jatuh ke lantai mobil. Dalam satu kesempatan, pelaku langsung mengambil pisau dan langsung disabetkan ke bagian leher korban untuk membela diri.

Pelaku juga mengaku memukul korban dengan palu yang ditemukan di dalam mobil, untuk membela diri. Korban akhirnya selamat setelah keluar dari dalam mobil dalam keadaan bersimbah darah.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka sayatan sedalam 2 centimer dan panjang 10 centimeter. Kasus percobaan pembunuhan ini.disaksikan warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan pelaku. Dugaan sementara kasus ini dipicu masalah utang piutang antara Joni dengan mantan suami Ririn.***

Editor : Laksito Adi Darmono